Press "Enter" to skip to content

Peralihan Guru SMA Sederajat ke Propinsi Dinilai Merepotkan

Bojonegoro Post – Beralihnya Guru PNS SMA sederajat, dari pegawai pemerintah kabupaten menjadi pegawai Provinsi adalah imbas dari status pengelolaan SMA yang ditangani oleh pihak Provinsi. Sebenarnya tidak jauh berbeda dengan posisi sebelumnya. Guru SMA yang mengajar materi Bahasa Indonesia juga masih tetap mengajar bahasa Indonesia dan statusnya juga masih PNS.

Namun yang membedakan adalah jika dimutasi, guru tersebut harus pindah antar kabupaten dalam satu provinsi.  Hal inilah,  yang menurut beberapa guru SMA di Bojonegoro dinilai merepotkan.  Pasalnya mereka kawatir akan semakin rumit dalam mengurus adminustrasi.”Kami kawatir,  nanti akan semakin ribet administrasinya,  misalnya dalam mengurus kenaikan pangkat atau yang lain,” keluh Sutarjo, guru SMA di pinggiran selatan Bojonegoro, Minggu (08/01/2017).

Pengalihan status guru PNS jenjang SMA sederajat itu telah dinilai tepat oleh Sekertaris Jendral Federasi Serikat Guru Republik Indonesia (FSGI) Retno Listyani. Karena mengantisipasi potensi dipolitisasi. Namun bagi Sutarjo tetap sama saja. “Tetapi bagi saya sama saja. Keluar dari mulut harimau, masuk ke mulut Buaya,” imbuhnya.

Dengan beralihnya guru PNS tersebut, tetap saja berpotensi menjadi korban politisasi gubernur dan perangkat level provinsi lainnya. Apalagi tahun depan juga ada pemilihan gubernur baru. Efek yang ditimbulkan dari pindahnya status kepegawaian dari guru PNS SMA kabupaten, sangatlah terasa lebih berat.

Karena jika sebelumnya, guru bisa dimutasi dari satu sekolah ke sekolah lain dalam satu kabupaten. Namun sekarang, guru PNS SMA tersebut bisa dipindahkan di kabupaten lain di dalam satu provinsi. Ketika guru PNS SMA tersebut pindah di lain kabupaten, maka dia juga harus meninggalkan keluarganya tercinta.

Namun, Sutarjo juga berharap nantinya di tingkat kabupaten, akan tetap dibuka pelayanan guru jenjang SMA sederajat. Sebab, guru PNS SMA bisa kewalahan dan kerepotan jika harus mengurusi setiap masalahnya ke ibukota provinsi. Misalnya guru Bojonegoro,  harus ke Surabaya hanya untuk melengkapi berkas dokumen kenaikan pangkat.

Namun, Sutarjo berpesan,  sebagai guru harus menyikapi segala sesuatu dengan positif dan senyuman. “Jangan lupa sering-sering berdo’a agar Anda yang sekarang tergolong ke dalam guru PNS SMA tidak akan dimutasi ke kabupaten lain yang tempatnya jauh dari keluarga. Karena, Keluarga adalah segalanya,” pungkasnya. (gro/BP)

509total visits,0visits today

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open


Hotline red.bojonegoropost@gmail.com
Redaksi Perum Citra Permata Rajekwesi AA No 4, Ngumpakdalem, Dander, Bojonegoro

error: Maaf, halaman dilindungi