Press "Enter" to skip to content

Misteri Ular Besar di Hutan Balongpanggang

Bojonegoro Post – “Saya masih ingat betul kejadian aneh itu, saat saya pulang dari Nganjuk terus mampir ke wilayah Kecamatan Bubulan,” kata pria berkumis yang juga seorang Pegawai Tidak Tetap (PTT) di lingkup Pemkab Bojonegoro, Senin (09/01/2017).

Dialah Gito. Selanjutnya, saat tiba di jembatan yang ada di wilayah Dukuh Balongpanggang Desa Cancung Kecamatan Bubulan, dia harus menghentikan laju sepeda motornya.

Hal itu dilakukan karena dia merasa melihat sesuatu di tengah jalan yang memantulkan cahaya lampu kendaraannya. “Agak susah juga, karena saya juga mengangkut tumpukan koran yang baru saja dicetak,” tambahnya.

Kecurigaannya terbukti, karena memang di ujung jembatan itu ada sesuatu yang melintang jalan.

Suasana yang sepi membuat dia memilih untuk waspada, perlahan didekatinya dan betapa terkejutnya saat mengetahui apa yang ada di depannya itu. “Ternyata itu ular, besarnya kira-kira sepaha orang dewasa. Terus terang ya bingung juga, tapi saya yakin itu adalah benar-benar ular, karena memantulkan cahaya,” tambahnya.

Dalam perasaan tak menentu, diabmemilih untuk membaca lafadz wirid dan dzikir. Dia mengaku ingat ajaran guru ngajinya semasa kanak-kanak, bahwa doa tersebut dipercaya dapat mengusir hewan liar, termasuk ular. “Memang bergerak sedikit ularnya, tapi tak pergi,” tambahnya.

Akhirnya dia memilih nekad untuk melindas bagian ekor ular tersebut, sambil mengangkat kakinya tinggi-tinggi dipacunya motor buatan India miliknya itu. “Setelah itu saya ngebut, cukup menegangkan suasananya. Pokoknya saya harus menjauhlah,” tambahnya.

Setelah menemui rumah penduduk yang ada di dalam hutan, kawasan yang dikenal dengan nama Pagerasih, dia memilih untuk berhenti sejenak. “Di depan rumah itu saya bertemu warga dan dapat cerita bahwa memang di kawasan itu ada legenda yang berkaitan dengan ular besar,” jelasnya.

Menurut warga hutan itu, biasanya setelah bertemu ular besar akan disusul dengan perjumpaan lain berupa sosok wanita. “Entah itu nenek-nenek, bayi, tua ataupun muda yang penting wanita. Dan itupun terbukti malam itu juga,” katanya.

Setelah dirasa cukup, dia melanjutkan perjalanan ke arah Dander dan cerita itupun terbukti. “Saat di Dander, saya dicegat seorang wanita tua. Kalau tidak salah namanya Kasiani dan saya dengar sekarang wanita itu sudah wafat. Kasiani bermaksud numpang hingga ke Pasar Dander dan sayapun mengiyakannya,” ujar pria yang dulu pernah tinggal di Desa Sumberarum Dander itu.

Kejadian itu dialaminya pada awal tahun 90-an dan beberapa tahun belakangan dia kembali teringat akan kepercayaan warga di Balongpanggang itu. “Waktu ada angin kencang tahun 2015 lalu, saat itu ribuan batang pohon jati antara Dander hingga Bubulan tumbang. Yang saya dengar dari masyarakat setempat, itu gara-gara ada orang luar kota yang bertapa lalu ngambil pusaka. Ularnya ngamuk, kata mereka yang merobohkan pohon-pohonnya itu bukan angin, tapi sang ular,” pungkasnya. (rayan rabani/hro)

3361total visits,0visits today

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open


Hotline red.bojonegoropost@gmail.com
Redaksi Perum Citra Permata Rajekwesi AA No 4, Ngumpakdalem, Dander, Bojonegoro

error: Maaf, halaman dilindungi