Press "Enter" to skip to content

Mahasiswa Nilai Kenaikan Harga Menyengsarakan

Bojonegoro Post – Tiga kebijakan pemerintah Presiden Joko Widodo, yang menaikkan harga BBM, Tarif Dasar Listrik dan biaya pengurusan STNK. Membuat presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) IKIP PGRI Bojonegoro yang diketuai M. Sholikul A ikut angkat suara.

Ia mengatakan, dalam menyikapi permasalahan bangsa yang belakangan sedang ramai dibicarakan dan kenyataan yang menyebutkan seluruh kebijakan telah dipertimbangkan pemerintah untuk menjaga kedaulatan rakyat dan negara. Ia menilai kenaikan BBM akan berdampak pada kebutuhan bahan pokok, kebutuhan transportasi individu dan kebutuhan akomodasi lainnya. 

“Kenaikan harga, sedikit maupun banyak jika menyangkut kebutuhan dasar yang mempengaruhi kebutuhan-kebutuhan pokok lainnya, tentu dampak tersebut akan terasa oleh masyarakat golongan menengah ke bawah,” tuturnya

Lebih lanjut, sebagai mahasiswa yang notabene adalah kaum intelektual, pihaknya akan selalu mendukung dan mengawal kebijakan pemerintah. “Selagi itu untuk kepentingan negara, terlebih untuk kesejahteraan rakyat. Kami mengawal kebijakan pemerintah ini, apakah kebijakan ini benar-benar relevan diterapkan untuk kemajuan negara dan rakyat,” tambahnya. 

Ia mengatakan, seyogyanya pemerintah harus memperjelas kebijakannya, yakni sektor mana yang mendapatkan alokasi dana dan berapa besarannya. Selain itu, pemerintah harus melakukan transparansi pengelolaan sumber energi di Indonesia, terutama fokus mengembangkan sumber energi alternatif.

Dalam pengambilan kebijakan, seharusnya pemerintah selalu mempertimbangkan aspek kesejahteraan masyarakat. ‌”Semoga bangsa Indonesia tetap menjadi negara yang sejahtera dengan Tri Sakti seperti yang diungkapkan Bung Karno,” harapnya. (susilowati/rap)

461total visits,0visits today

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open


Hotline red.bojonegoropost@gmail.com
Redaksi Perum Citra Permata Rajekwesi AA No 4, Ngumpakdalem, Dander, Bojonegoro

error: Maaf, halaman dilindungi