Legenda Baungan di Lereng Gunung Pandan

Bojonegoro Post – Salah satu legenda yang banyak diceritakan di pelosok Bojonegoro, termasuk sejarah dusun dan gaib. Demikian, warga yang tinggal di sekitar Kecamatan Gondang. Mereka tak asing dengan makhluk bernama Baungan. Sosok mitologi yang dipercaya mendiami kawasan tersebut, yakni makhluk berwujud manusia yang berkepala serigala. Menurut cerita yang ada secara turun temurun, Baungan juga dipercaya sebagai salah satu penjaga alam di lereng Gunung Pandan.

“Itu cerita disampaikan turun temurun, saya dapat dari kakek saya,” kata Priyono, warga setempat yang juga menjabat sebagai Kepala Dusun Kaliasin di Desa Sambongrejo, Gondang, Kamis (26/01/2017).

Salah satu epic yang banyak diceritakan adalah mengenai kemunculannya saat ada sekelompok pemuda yang sedang bersantai sehabis menggembala ternaknya. “Kebiasaan dahulu, saat istirahat angon biasanya diisi dengan mencari jamur untuk dibakar,” tambah pria yang pada awal tahun ini memperoleh gelar dari Kraton Surakarta itu.

Baungan juga dikisahkan merupakan makhluk pemakan jamur. Salah satu pemuda dalam kelompok tersebut kemudian mencari jamur di sekitar tempat mereka berkumpul, karena merasa kurang mendapatkan hasil yang cukup akhirnya ia berjalan agak jauh.

Tak terasa, pemuda tadi telah sampai ke kawasan yang disebut Goa Gasrong, yakni kawasan lembah. Betapa girangnya saat melihat banyak jamur gigit dan jamur gajih, tanpa pikir panjang dikumpulkannya jamur itu sampai kesusahan karena saking banyaknya.

Singkat cerita, pemuda tadi kelelahan dan tersadar, dirinya telah jauh dan merasa kebingungan ke arah mana untuk kembali. Tak berapa lama, dari kejauhan ia mendengar suara yang seperti berteriak panjang. Itu membuatnya berpikir bahwa suara itu adalah panggilan dari para temannya, segera ia berjalan menuju arah teriakan itu sambil sedikit terseok karena banyaknya jamur yang dibawanya.

Setelah sampai di sebuah ladang, ia melihat ada pria lain. “Pemuda tadi mendekat dan bermaksud untuk bertanya arah,” tambahnya.

Belum sempat ia bertanya, pria itu sudah bertanya, dari suaranya terlihat bahwa usia pria itu telah cukup tua, meskipun badannya tegap. Pria itu mengenakan caping yang menutupi bagian wajahnya. “Kenapa dihabiskan nak. Kami nanti makan apa,” katanya menirukan cerita yang pernah didapatnya. Itu diucapkan sambil berdiri di atas batu besar, lalu dilepasnya caping itu.

Jelas bahwa kepala pria itu adalah serigala, kemudian perlahan mulai jongkok dan menyuarakan lolongan anjing yang panjang. Pemuda tadi merasa sangat ketakutan dan terpaku, terlebih saat beberapa sosok manusia berkepala serigala juga muncul mengitarinya. “Baungan yang pertama menyodorkan caping dan mengatakan bahwa jamur yang boleh dibawa hanyalah sebanyak ujung caping itu,” tambahnya.

Meskipun tampak buas, tak satupun yang menyerang pemuda tadi. “Bahkan baungan itu menunjukkan arah mana yang harus dilalui,” jelasnya.

Sejak saat itulah warga yang tinggal di kawasan itu mengetahui keberadaan Baungan. Hingga kini cerita mengenai Baungan terus dilestarikan, agar kawasan hutan di tempat tersebut tetap terjaga kelestariannya. (rayan rabani/red)

1868total visits,0visits today

Share this Post :

No comments yet.

Leave a Reply

© 2016 Bojonegoro Post. All Rights Reserved. Design by ThemeVina
Open


Hotline redaksibojonegoropost@gmail.com
Redaksi Jl. MH THamrin, Tegal Luwung No 17, Bojonegoro