Mumi Makhluk dari Waduk Pacal

Bojonegoro Post – “Terus terang saya juga kaget, rambutnya semakin panjang,” kata Berlin (45) warga Kelurahan Sumbang, Kecamatan Bojonegoro saat bercerita mengenai mumi yang disebutnya sebagai Betara Karang miliknya itu. Mumi itu ditempatkan dalam sebuah kotak bekas sarung, secara fisik, mumi itu nampak seperti jenglot.

Berambut panjang, berkepala dan tubuhnya mirip manusia, sementara kakinya berwujud ular. Mulutnya menganga dengan 4 buah taring, sementara tangannya menyilang di dada dengan kuku yang panjang. “Ini saya tangkap di Waduk Pacal jelang maghrib. Saat itu saya sedang mancing bersama kakak saya,” akunya.

Berlin mengaku menangkap makhluk yang dipercaya sebagai penjaga pusaka raja-raja dalam mitologi jawa itu dalam keadaan hidup. “Sekitar dua tahun lalu, waktu itu saya sempat berdebat dengan kakak saya. Karena makhluknya berenang, kakak saya mengira itu belut,” tambahnya.

Karena merasa curiga, Berlin memberanikan diri untuk menangkapnya menggunakan pancingnya. Alangkah terkejutnya saat melihat rupa makhluk tangkapannya itu. “Saat tertangkap, mengeluarkan suara berdecit seperti tikus,” ujar mantan drumer tersebut.

Tak ingin ada hal buruk, akhirnya sang kakak memutuskan untuk membunuhnya dan menjadikan mumi. Berlin mengaku permah membawanya untuk diuji forensik yang hasilnya cukup membuktikan kebenaran ceritamya. “Dua kali di uji forensik, yang satu di Bojonegoro dan satunya di Taman Mini Jakarta. Yang dari Jakarta ada suratnya dan menyatakan bahwa itu aktif sel-selnya,” tambahnya.

Selama dua tahun memiliki mumi betara karang itu, Betlin mengaku tak pernah mengalami hal-hal yang tak wajar. “Paling cuma mimpi bahwa makhluk itu minta ganti kain saja. Lainnya, entah tahu dari mana kok ada saja orang datang dan menanyakan apakah makhluk itu dijual,” tambahnya.

Mengenai mimpi, menurut pria berperawakan tinggi langsing itu, adalah hal paling aneh yang pernah dialaminya. Mumi tersebut saat ini dipajang dalam sebuah kotak kaca dengan dasar kain putih, dalam periode tertentu kain tersebut berubah warna karena ada cairan yang keluar, saat itulah ia dan kakaknya selalu mengalami mimpi yang sama.

“Padahal sebelumnya saat tanpa dasar kain, tidak ada cairan yang keluar. Satu-satunya biaya yang timbul ya saat ganti kain, entah sudah berapa ratus meter kain. Kalau makanan dan sesaji sih tidak ada, dulu waktu masih hidup selalu minta darah kambing,” katanya.

Meskipun akhluk-makhluk seperti ini diakui sering menjadi kontroversi, namun Berlin tak bergeming. “Sekarang boleh difoto, dilihat nanti apakah rambutnya bertambah panjang atau tidak. Yang jelas saat ini sedang dalam proses alami ganti kulit,” pungkasnya. (rayan rabani/rap)

3408total visits,0visits today

Share this Post :

No comments yet.

Leave a Reply

© 2016 Bojonegoro Post. All Rights Reserved. Design by ThemeVina
Open


Hotline redaksibojonegoropost@gmail.com
Redaksi Jl. MH THamrin, Tegal Luwung No 17, Bojonegoro