Press "Enter" to skip to content

Legenda Tanggir, Raja Malowopati Latih Pasukan

Bojonegoro Post – Sesepuh di Desa Tanggir Kecamatan Malo menceritakan, di antara pegunungan yang di dalamnya terdapat tambang minyak tradisional peninggalan Belanda dengan tebing Sungai Bengawan Solo. Tepatnya antara Kampak hingga Sronggo, masuk Desa Tanggir.

Disana, ada kisah Kerajaan Malowopati. Seringkali dijadikan Raja Prabu Angling Dharma melatih pasukannya.

“Cerita orang tua dulu, di Kampak khususnya ada lokasi dikuburnya kuda kuda para pasukan Prabu Angling Dharma. Tempatnya, persis di tanah yang sekarang ini ditempati kantor mantri hutan RPH Kampak BKPH Pumpungan Perhutani Parengan, “ kata Efendi (62) tokoh warga di Kampak Desa Tanggir, Sabtu (04/02/2017).

Termasuk di Sronggo, lokasi antara hutan dengan Sungai Bengawan Solo yang diyakini merupakan tempat Raja Prabu Angling Dharma menggembleng pasukan kerajaan. Di kedua lokasi itu terpilih sebagai berkumpulnya raja dan pasukan Kerajaan Malowopati, dikarenakan panorama alamnya tiada banding dengan lokasi lain di Bojonegoro, yakni nyiur pepohonan jati dan aliran sungainya.

Kerajaan Malowopati sendiri dipercaya merupakan pecahan dari Kerajaan Majapahit. Sehingga dari kedua lokasi yang layak untuk obyek wisatawan itu berkembang dan wilayah disana dinamai Kecamatan Malo. Diakui telah terjadi perdebatan letak geografis asal-muasal Malowopati. Meski sulit, mungkin akan terselesaikan lewat kajian sejarah atau antropologis. Namun, bukan tujuan tersebut yang hendak diusut.

Seperti pernyataan Efendi, sebagian masyarakat di Bojonegoro meyakini bahwa kisah Mahabarata benar-benar terjadi di tanah Jawa. Prabu Angling Dharma juga dikisahkan merupakan keturunan ke tujuh dari si tampan Arjuna. Juga merupakan cucu dari Jayabaya. Kalau naskah sejarah paling dipercaya tentang Jawa masa lampau (Babad Tanah Jawi), nama Jayabaya dapat ditemukan dan ada, maka yang agak aneh adalah kepercayaan bahwa Angling Dharma juga merupakan keturunan Arjuna yang hanya ada di dunia pewayangan dapat lahir ke dunia nyata.

Identitas Angling Dharma dan Malowopati sendiri kini terlanjur menempel erat dengan sejarah Bojonegoro sendiri. Namun, sekali lagi, perdebatan sejarah hanya akan membuat diskursus ini tumpul saat teks baik berupa prasasti ataupun perkamen sejarah lain terkait Angling Dharma dapat ditemukan. Kesepakatan kolektif masyarakat sendiri sampai mengkultuskan Angling Dharma sebagai sosok idaman orang tua saat menetek anak-cucunya. 

Selain tampan, beliau juga bijak dalam mengambil segala keputusan. Hal tersebut tergambar jelas di kisah dalam serial televisi Angling Dharma. Dikisahkan juga bahwa Raja pertama Malowopati tersebut juga dapat mengenal dan menguasai bahasa hewan laiknya Nabi Sulaiman AS.

“Panorama alam di Kecamatan Malo ini juga sebagai bertanda kejayaan Kerajaan Malowopati, tidak rugi bila wisatawan datang kesini dan ada pengelolaan untuk menjadikan obyek wisata handalan di Bojonegoro, “ tambah Efendi. (raysa ayu/red)

2577total visits,0visits today

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open


Hotline red.bojonegoropost@gmail.com
Redaksi Perum Citra Permata Rajekwesi AA No 4, Ngumpakdalem, Dander, Bojonegoro

error: Maaf, halaman dilindungi