Press "Enter" to skip to content

Bupati Bojonegoro Bagikan Kiat Gunakan Facebook untuk Pejabat

Bojonegoro Post – Setelah sempat mendapat pertanyaan dari netizen mengenai apakah Pemkab Bojonegoro juga mengawasi aktifitas para facebooker, Suyoto selaku Bupati Bojonegoro segera membagikan kiatnya dalam menggunakan media sosial tersebut. “Memang sebelumnya saya sempat meninggalkan facebook, karena saya rasakan isinya tidak sehat. Tapi melihat perubahan perilaku facebooker yang, saya akhir-akhir ini kembali menggunakannya lewat operator,” tambahnya.

Kiat pertama yang diterapkan oleh Suyoto adalah memilah komentar atau postingan yang ditujukan padanya. “Saya minta operator untuk mencermatinya dan hanya membalas komentar dengan standar. Karena yang saya alami sebelumnya cukup membuat saya serba salah,” tambahnya.

Dari pengalamannya, ia mengatakan bahwa dahulu apapun yang dilakukannya tetap salah. “Kalau rajin mbalesi komentar, ada yang bilang apa bupati nggak kerja, kok komen-komenan. Tapi kalau nggak segera dibalas, juga dicerca nggak mbales-mbales. Tapi sekarang saya sudah ada kiatnya,” tambahnya.

Suyoto selalu menginstruksikan pada operatornya untuk meminta facebooker yang menanyakan atau meminta sesuatu agar berkirim sms kepadanya. “Kalau ada hal substansial, operator saya minta ngasi nomer ponsel saya kepada facebooker,” tambahnya.

Dari situ, menurutnya akan terpilah mana yang substansial dan mana yang sekedarnya. “Karena sekarang ini tak bisa dibedakan mana akun asli atau yang anonymous. Nah kalau dia kemudian sms atau wa di nomor saya, maka sistem akan memverifikasi,” jelasnya.

Verifikasi tersebut berkenaan dengan terintegrasinya nomor hp Suyoto dengan aplikasi Lapor milik Kementrian PAN-RB. “Jadi yang komentar kemudian SMS akan diverifikasi, kalau kemudian substansinya terbukti barulah SKPD akan menindaklanjuti,” tambahnya.

Suyoto mengajak seluruh jajarannya untuk bersikap sepertinya, tak hanya soal penggunaan media sosial, melainkan juga terhadap semua input, termasuk media massa. “Baik itu yang diistilahkan suara Tuhan ataupun suara setan. Terlebih suara setan, karena sejatinya suara setanlah yang paling memperjelas posisi kita. Melalui suara setanlah kita mendapatkan pilihan kebijakan yang harus kita lakukan,” jelasnya. (andri yanto/rap)

628total visits,0visits today

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open


Hotline red.bojonegoropost@gmail.com
Redaksi Perum Citra Permata Rajekwesi AA No 4, Ngumpakdalem, Dander, Bojonegoro

error: Maaf, halaman dilindungi