Mertua Selingkuhannya Ternyata Pemuas Pria

Bojonegoro Post – Beberapa kru bis ngopi di pojok, Terminal Rajeweksi Bojonegoro, Sabtu (11/02/2017). Mereka asyik bercanda, satu duanya terpingkal pingkal mendengarkan cerita pengunjung ngopi di sana. Apalagi awal yang didengar mereka,

Jangan pernah meninggalkan suami di rumah sendirian dengan perempuan. Meski itu ibu kandung sendiri alias mertua bagi suami. Itulah kisah cinta segitiga dalam satu rumah, sebuah keluarga kecil di arah selatan Kota Bojonegoro.

Adalah Bangkrong (nama disamarkan:Red). Pekerjaannya serabutan. Hidupnya terasa nyaman di awal perkawinannya dengan Kuntil (nama disamarkan:Red) anak sewata wayang janda setengah baya. Dengan ekonomi pas-pasan, janda itu minta anak dan mantunya tinggal di rumahnya.

Untuk memperbaiki perekonomian mereka, Kuntil daripada nganggur di rumah bekerja di sebuah pabrik tak jauh dari rumahnya. Hanya saja, jam kerjanya mulai jam tujuh pagi dan baru pulang pada jam lima sore harinya. Sementara kondisi mertua sama saja. Sesekali wanita yang menjanda lima tahun lalu tersebut memang jualan sayuran di pasar setempat. Hasilnya tak seberapa, hanya cukup untuk kebutuhannya sendiri.

Mertua Bangkrong, di usianya yang menginjak 48 tahun, masih nampak segar dan lumayan cantik meski tanpa polesan make up dan berpakaian sederhana. Wanita berambut ikal hitam manis ini, kalau di rumah suka memakai daster saja.

Suatu pagi awal Desember lalu, Bangkrong berniat ke luar rumah agak siangan. Dia duduk lesehan di atas tikar lusuh sambil nonton tivi kreditan, sama seperti motor yang dipakai bapak satu anak kelas 4 SD tesebut. Suasana begitu sepi, sebab Kuntil mau pun anaknya sudah sama-sama berangkat beraktifitas.

Sementara mertua tiduran di kamar mengaku kurang enak badan. Sepertinya dia masuk angin. Segera Bangkrong membuatkan mertuanya teh hangat dan memberinya obat demam. Setelah mengantarkan ke kamar mertuanya, berbaring di depan televisi sampai akhirnya terlelap.

Mendadak terbangun, lantaran mertuanya terdengar muntah-muntah di kamar mandi. “”Kalau masuk angin begini, ibu tak mempan oleh obat. Biasanya setelah dikerokin baru sembuh. Tapi, pagi begini mana ada orang dimintai tolong,” katanya lirih.

Bangkrong yang ingin mertuanya segera sembuh, bergegas menuju dapur, mencari piring kecil alas gelas dan sedikit minyak goreng serta koin pecahan seratusan lama. Pria 27 tahun ini sedikit kaget setibanya di kamar, mendapati mertuanya telah berganti pakaian yang semula daster panjang kini kain batik lusuh. Lekuk tubuhnya masih menampakan keindahan di usianya yang  menjelang setengah abad. Pikiran kotor Bangkrong segera disingkirkan,

Bagaimana pun dia adalah orang tua Kuntil istrinya yang harus dihormati.
Benar kiranya kata embah buyut. Janganlah antara laki-laki perempuan berduan sendirian dalam sunyi. Akan mengundang setan, begitu katanya. Peluh mulai bercucuran di dahi Bangkrong.Bukan hanya karena mengeluarkan tenaga tetapi juga menahan hasrat yang terpendam, setelah sepekan tanpa sentuhan isteri yang datang bulan.

Bangkrong seperti terhipnotis punggung mulus mertuanya yang tampak berkilauan terkena sinar redup lampu kamar, belang-belang merah bekas kerokan tak bisa menghilangkan keindahannya. Keringat dingin mulai keluar dari pori-pori kulitnya.

Entah setan mana yang mengendalikan, mata Bangkrong, nanar seperti menyaksikan bayangan mertuanya yang datang mendekat. Bangkrong tidak tahu bagaimana perasaan ibu mertuanya. Yang dirasakan  bulu kuduknya merinding, lalu tubuhnya gemetar dan deru nafasnya yang mulai tak beraturan. Bangkrong mengikuti naluri seorang pria akan kehangatan tubuh wanita. Wanita itu memegang pergelang tangan menantunya. Ada sedikit upaya menarik tangan kekar dari bahunya. Tapi terlambat, keduanya telah kehilangan kendali.

Selambat Bangkrong mencegah istrinya pergi dari konsekwensi cinta segitiga diantara mereka. Bangkrong yang bertahan tinggal serumahh dengan mertuanya, kini dilanda cemburu manakala suatu malam ranjang tua kamar ibu mertuanya berderit  bukan sebab ulahnya. Namun oleh lelaki lain yang datang pergi silih berganti. (reinno pareno/red)

975total visits,0visits today

Share this Post :

No comments yet.

Leave a Reply

© 2016 Bojonegoro Post. All Rights Reserved. Design by ThemeVina
Open


Hotline redaksibojonegoropost@gmail.com
Redaksi Jl. MH THamrin, Tegal Luwung No 17, Bojonegoro