Dua Warga Ini Tervonis Malu Akibat Salah Memilih

Bojonegoro Post – Perbuatan fakta ini jangan dicontoh, namanya selingkuh tetaplah larangan agama dan dibenci sesama. Tapi dari obrolan warga di pojok Pasar Banjarjo Jalan Jaksa Agung Suprapto Bojonegoro, Sabtu (18/02/2017) menyebutkan sangat tak nyaman berselingkuh dengan tetangga, memang, secara hitungan ekonomi irit dan murah meriah. Tidak perlu pergi jauh-jauh, cukup di rumah sendiri tak ada ongkos yang mesti dikeluarkan.

Dalam gelak tawa warga itu disebutlah nama samaran, pelaku selingkuh Batu dan Bunga, asal keduanya dusun di desa arah barat Kota Bojonegoro. Keduanya lupa kalau peluang ketahuan sangat besar. Begitu pula dengan risiko yang ditanggung. Dengan kata lain, mereka ini telah menyalakan bara api, yang suatu ketika akan menjilat tubuh keduanya.

Batu juga lupa, Bunga yang kini telah takluk dalam pelukannya ternyata masih membagi cintanya lagi pada seseorang yang telah menjadi kewajibannya, alias suami sendiri. Nasib Batu dan Bunga benar-benar apes. Bermain api asmara, benar-benar terbakar oleh panasnya api beneran. Gara-garanya perselingkuhan keduanya tertangkap basah suami Bunga.

Suami Bunga, sama-sama berusia 35 tahunan, telah lama tak mampu memberikan nafkah batin pada istrinya akibat sakit. Sehingga dia tak mampu memberikan layanan lainnya sebagai suami istri. Padahal dalam urusan satu ini, tentu sungguh dibutuhkan istri. Apalagi Bunga, usianya masih tergolong muda.

Orang bilang, perempuan dalam usia 30 tahunan ibarat disel sedang panas-panasnya.
Lain persoalannya bila seorang pejabat, misalnya berhalangan tetap akan digantikan oleh pejabat yang ditunjuk. Kalau suami berhalangan tetap, siapa yang bisa menggantikannya. Ini tentunya berlaku juga dalam sebuah kehidupan rumah tangga. Jika suami berhalangan tetap dalam urusan satu itu, apakah tidak sepantasnya suami atau kepala rumah tangga harus rela melepaskan tongkat estafetnya pada orang lain. Ya, tentu tidak semudah itu.

Namun, Bunga berwajah mempesona ini mana tahan,dibiarkan merana sepanjang malam.
Demi melihat kekosongan dalam rumah tetangga Bunga, timbul niat Batu untuk menggantikan posisi lelaki tersebut. Seperti dalam kisah-kisah perselingkuhan di muka bumi ini, awalnya wanita ini acuh saja waktu dicoba didekati. Namun karena Batu tak henti-hentinta menggoda, akhirnya jebol juga pertahanan Bunga. Perempuan ini tak bisa berkelit apalagi menghindar. Lantas semua miliknya diberikan dengan suka cita pada orang ketiga, yakni Batu.

Namanya saja pernah mengecap manisnya madu cinta, Bunga justru bersikap agresif. Setiap nafsunya menyodok hingga ke ubun-ubun, tinggal memanggil Batu yang setiap saat siap sedia memberikan apa yang diinginkan Bunga di rumah sendiri.

Beberapa  kali pernah memang ke hotel, yang memang di Bojonegoro ini, hotel murah sampai mahal bebas tidur meskipun bukan muhrim.

Katanya untuk variasi supaya tidak jenuh.Untuk Bunga, sudah lama tidak merasakan tidur di hotel. Tentu, setelahnya Bunga bahagia sekali dan merasa telah sempurna menjadi wanita sesungguhnya dalam perselingkuhan.

Yakni Bunga dan Batu habis menuntaskan kerinduannya di hotel, Dalam hal pemenuhan kebutuhan satunya ini, Bunga termasuk piawai bermain drama. Maklum saja, wanita ini punya titisan darah seni. Kedua orang tuanya dulu pernah jadi pemain ketoprak keliling. Tak salah kemudian kalau Bunga disebut sebagai bayi yang lahir di bawah keber.

Kedua pasangan selingkuh  bahkan sudah menasbihkan diri sebagai pasangan suami istri, entah dengan dalih apa. Bunga ini sebenarnya sudah jadi pasangan sah. Hanya belum ada legalitas resmi dari KUA. Bunga dan Batu, tetap bercita cita cari akal bagaimana cara untuk jadi sah, baik secara agama mau pun negara. Itulah mereka.

Batu suatu ketika, bikin geger dusunnya, karena perselingkuhannya dengan Bunga, digerebek pemuda setempat. Demikianlah, akhirnya dalam obrolan warga, Bunga memilih pergi sebagai TKI, Batu entah kemana. Keduanta tervonis malu dan harus meninggalkan tanah kelahirannya. (reinno pareno/red)

623total visits,0visits today

Share this Post :

No comments yet.

Leave a Reply

© 2016 Bojonegoro Post. All Rights Reserved. Design by ThemeVina
Open


Hotline redaksibojonegoropost@gmail.com
Redaksi Jl. MH THamrin, Tegal Luwung No 17, Bojonegoro

error: Maaf, halaman dilindungi