Semangat Menolong Itu Berkesan

Oleh : Ariyo Jhohar Hisanto
Bojonegoro Post – Beberapa kali saya telah menulis kegiatan Palang Merah Indonesia (PMI) dan Palang Merah Remaja (PMR) di Kabupaten Bojonegoro. Salah satunya, respon cepat PMI menyalurkan bantuan korban kebakaran serta peringatan Peniwen Affair. Terrnyata hampir lupa, setiap tanggal 1 Maret 2017 merupakan hari lahir PMR selain peringatan serangan umum di Yogyakarta. Maklum, setelah lulus dari bangku sekolah saya tidak lagi aktif ikut dalam kegiatan PMR. Relawan yang tergabung dalam PMR memiliki tugas yang sangat mulia dan memiliki jiwa sosial yang tinggi.

Sedikit mengingat kembali terbentuknya PMR, dimulai dari Palang Merah Indonesia Pemuda (PMIP) dari PMI melakukan kongres ke IV Januari 1950 dan memutuskan akan mengusahakan pembentukan bagian Palang Merah Pemuda. Berdasarkan hal tersebut mulai 1 Maret 1950 markas besar PMI di Jakarta mempunyai bagian Palang Merah Pemuda
(PMP) sekarang disebut PMR. Dari proses itulah kemudian dibentuk PMP ke seluruh Indonesia kepada cabang – cabang PMI di seluruh Indonesia. Saat itu, tercatat 15 cabang membentuk PMP dengan 2047 anggota. Demikian sejarah singkat berdirinya PMR.

Kegiatan PMR didasarkan atas 3 bagian, pertama mempertinggi mutu kebersihan dan kesehatan. Bagian pertama ini sangat berhubungan dalam kehidupan bermasyarakat sehingga tidak terbatas pada kejadian bencana alam dan pertolongan korban kecelakaan. Pada bagian ini relawan PMR harus terus meningkatkan kompetensi pengetahuan dibidang kesehatan karena ilmu kesehatan terus mengalami perkembangan, selain itu terus menjaga mutu kebersihan misalnya kebersihan di ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS).

Bagian kedua adalah mengabdi terhadap masyarakat dan ketiga terus mempererat persaudaraan nasional maupun Internasional. Diharapkan relawan terus konsisten menjaga 3 bagian dasar kegiatan PMR yang telah disepakati bersama tersebut.

Salah satu kegiatan memperingati hari PMR ke 67 di Bojonegoro adalah donor darah yang di gelar di SMAN 2. Antusias sekali remaja SMA ini mengikuti kegiatan donor darah. Tidak hanya donor darah, kegiatan lainnya juga akan di gelar, misalnya kemah, pemantapan 7 materi PMR, bakti sosial, ujian kartu tanda anggota remaja PMI, pelantikan pengurus PMR dan pemasangan papan nama PMR.

Kenang saya, Kegiatan PMR lainnya tidak sebatas donor darah, setiap kali upacara bendera relawan PMR tidak masuk ke dalam barisan melainkan siaga untuk melakukan pertolongan pertama, jika ada pelajar di sekolahnya membutuhkan pertolongan. Kemudian membawanya ke UKS.

Tentunya hal itu membuat iri pelajar lain karena petugas PMR tidak diperbolehkan masuk ke dalam barisan ketika upacara berlangsung.

Berdasarkan pengalaman ini, saya mengapresiasi kepada adik – adik yang masih duduk di bangku SMP atau SMA untuk mengikuti kegiatan ekstrakulikuler PMR. Banyak manfaat yang bisa di peroleh diantaranya membentuk pribadi yang respek terhadap korban bencana, memiliki jiwa kepemimpinan yang tinggi, tidak mudah panik menghadapi korban bencana atau menolong korban kecelakaan. Selain itu, kita semakin banyak teman. Dirgahayu PMR ke 67.

Penulis adalah
Aktivis NGO
Redaktur bojonegoropost.com

483total visits,0visits today

Share this Post :

No comments yet.

Leave a Reply

© 2016 Bojonegoro Post. All Rights Reserved. Design by ThemeVina
Open


Hotline redaksibojonegoropost@gmail.com
Redaksi Jl. MH THamrin, Tegal Luwung No 17, Bojonegoro