Kontraktor Ganteng Nikahi Calon Mertua

Bojonegoro Post – Agaknya oplosan bukan sekadar minuman keras yang memabukkan atau lagu dangdut penghantar mabuk semata. Oleh laki laki berusia belum genap 35 tahun, sebut saja Katrup (nama disamarkan:Red) warga desa di timur Kota Bojonegoro.

Keterangan diperoleh, Kamis (09/03/2017) oplosan itu bermakna lain bagi Katrup. Anak gadisnya didapat, ibunya diembat pula.
Dunia sudah tua menjelang sekarat, benar kiranya dalam pemahaman sempit Katrup. Kisah oplos-mengoplos ini berawal ketika Katrup yang berprofesi kontraktor itu hendak mensurvei proyek jembatan di Kecamatan Kapas.

Katrup yang terkenal sebagai kontraktor rajin melakukan profesinya sampai di lokasi, wargapun yang hendak ditanyai kebingungan menemukan alamat yang diberikan pemberi informasi adanya jembatan yang rusak dan akan dilelang pengerjaannya oleh Pemkab Bojonegoro.

Tengah kebingungan di persimpangan jalan, Katrup disapa perempuan berseragam Korpri.
“Mencari siapa,” sapanya sambil membuka helmnya. Katrup tergagap oleh kecantikan wanita berjaket jins dengan sal merah di lehernya.

“Saya kontraktor. Tadinya mau cari jembatan rusak, ternyata bukan di sini alamatnya. Mungkin salah yang memberikan info,” katanya tergagap. Dasar mata keranjang dan perempuan yang kemudian diketahui sebagai staf di kantor pemkab setempat.

Perempuan itu memberi sinyal positif, perkenalan pertama yang menggoda dilanjutkan dengan kunjungan ke rumah wanita ayu bernama Melati (nama disamarkan:Red) tersebut. Di ruang tamu rumah berpagar besi dan kelihatan menonjol diantara rumah sekitarnya, Katrup ditemui juga oleh ibu Melati, janda dari suami pensiunan penjaga SD setempat.

Pikiran lelaki berambut dicat kecoklatan itu berkecamuk. Bukan lantaran Melati anak seorang janda. Melainkan antara si ibu dan anak sama-sama menariknya. Ibunya Melati, meski kulitnya hitam, tubuhnya padat berisi. Sementara anak perawannya manis pula tinggi semampai. Katrup mulai berandai-andai bagaimana kalau keduanya dipacari. Tapi pikiran sableng itu segera dibuangnya jauh-jauh.

“Wah kontraktor sekarang ini ganteng-ganteng. Kami ini orang biasa dan tidak punya. Tak menyesal berteman dengan Melati nantinya,” kata Ibunya Melati. Sambil melanjutkan, kalau pacaran jangan aneh-aneh. Jangan pula berbuat tak senonoh sebelum resmi jadi suami istri.

“Tapi, niat baik Nak Katrup, kami terima dengan tangan terbuka,” kata Ibunya Melati.

Katrup dengan mimik serius cuma mengiyakan saja. Di hari kunjungan berikutnya, ruang tamu yang temaram dimanfaatkan dengan merayu Melati. Tak menunggu lama dia merapatkan duduknya. Sekali rengkuh tubuh si gadis jatuh dalam pelukannya. Meski berontak Melati tak berusaha menghindar saat Katrup menggodanya.
Di kesempatan lain, dalam tingkat kunjungan hampir dua hari sekali, Katrup makin nekad saja.

Siang berikutnya, Katrup sedikit kecewa karena Melati ada keperluan di rumah neneknya. Dia punya kebiasaan tak menelepon atau sms terlebih dulu kalau mau datang.

Untung ada Ibunya Melati. Kurang ajar, Katrup yang juga ngebet sama calon mertuanya memanfaatkan situasi. Pucuk dicinta ulam pun tiba. Ibunya Melati sambil ngobrol nampak suka bertingkah yang bikin gerah. Seperti disengaja pahanya dibuat agak tersingkap, atau belahan dadanya dipamerkan pada Katrup. Setan benar-benar telah meracuni keduanya. Sebuah peristiwa dramatis yang begitu cepat terjadi.
Tanpa disadari dipergoki Melati yang hendak masuk rumah. Kontan Melati histeris mengundang tetangganya berdatangan. Vonis kemudian dijatuhkan oleh perangkat desa yang sengaja diundang. Katrup harus menikahi calon mertuanga. Melatih sejak peristiwa itu memilih tinggal bersama neneknya. (citizen jurnalism suryo/red)

568total visits,0visits today

Share this Post :

No comments yet.

Leave a Reply

© 2016 Bojonegoro Post. All Rights Reserved. Design by ThemeVina
Open


Hotline redaksibojonegoropost@gmail.com
Redaksi Jl. MH THamrin, Tegal Luwung No 17, Bojonegoro

error: Maaf, halaman dilindungi