Soal Tambang, DPRD Bakal Batalkan Rekom

Bojonegoro Post – DPRD Bojonegoro menyatakan akan mendalami motif pemberian rekomendasi kepada tiga usaha tambang tanah dan pasir. Yakni milik Joko Harmono di Desa Tebon Kecamatan Padangan dengan material pasir dan batu.

Kemudian, Arisandi di Desa/Kecamatan Gondang, dengan material pasir dan batu. Serta Ahmad Aminudin di Desa Katur Kecamatan Gayam, dengan material tanah uruk. 

“Kami akan dalami dulu, mengapa sampai tiga penambang ini dapat rekomendasi tekhnis padahal menabrak aturan yang ada,” ujar Wakil Ketua Komisi A, Rabu (15/03/2017).

Dia mengatakan, aturan yang ditabrak oleh tim Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam memberikan rekomendasi adalah Perda No 26 tahun 2011 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah. Didalam aturan itu, sudah ada titik-titik wilayah yang boleh ditambang. 

“Tapi, ketiga penambang yang dapat rekomendasi ini tidak ada yang sesuai aturan tersebut. Justru, ada penambang yang wilayahnya sesuai aturan malah tidak diloloskan,” tandasnya. 

Pihaknya mengingatkan kepada tim Pemkab yang terdiri dari Bapeda, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu 1 Pintu dan Bagian SDA untuk tidak lagi menabrak aturan jika ada yang mengajukan izin tambang dikemudian hari. 

“Langkah kami selanjutnya, akan mengkoordinasikan dengan Dinas ESDM Provinsi Jatim, supaya mencabut rekomendasi tekhnis dari Pemkab Bojonegoro dan membatalkan proses izin bagi tiga penambang tersebut,” pungkasnya. (achmad jamal/red)

523total visits,0visits today

Share this Post :

No comments yet.

Leave a Reply

© 2016 Bojonegoro Post. All Rights Reserved. Design by ThemeVina
Open


Hotline redaksibojonegoropost@gmail.com
Redaksi Jl. MH THamrin, Tegal Luwung No 17, Bojonegoro