Press "Enter" to skip to content

Bakung, Ada Nyai Rawan Saudara Sunan Bonang

Bojonegoro Post – Bakung, salah satu nama desa di Kecamatan Kanor, saat portal berita ini singgah di sana, Minggu (19/03/2017), seperti desa lainnya di Bojonegoro, warganya ramah dan kawasan yang tak jauh dari Jalur Utama Bojonegoro – Surabaya itu menyimpan legenda di jaman dulu.

Yakni tentang hidupnya perempuan berparas cantik dari Tuban, dia bernama Nyai Rawan yang masih saudara dari Sunan Bonang. Nyai Rawan berdakwah menyebarkan Agama Islam dengan mengajari ngaji untuk kalangan anak anak dan wanita, Nyai Rawan bertempat tinggal di salah satu rumah warga.

Lokasi itu sekarang, berjajar rumah milik warga. Tepatnya di Dusun Bakung RT 06 RW 03. Nyai Rawan, dikenal memiliki ilmu kanoragan. Setiap kali membantu masak di pagi hari. Dia berpamitan pulang ke Tuban. Selang beberapa menit sudah datang kembali ke Bakung. Di tangannya membawa beberapa ekor ikan segar, yang kemudian ikan itu dimasak dan dibagikan ke warga.

Tidak tahu apa yang dinaiki Nyai Rawan ke Tuban. Namun dia berjalan dan berpamitan, tak lama, kembali lagi. “Subhannallah, itulah ilmu dari beliau yang sangat dekat dengan Allah,“ kata Kepala Desa Bakung Kaulan. Diakuinya cerita Nyai Rawan sudah muncul turun menurun dan menjadi momentum warga desanya.

Maksudnya, dari kehidupan baik Nyai Rawan menjadi suritauladan, sisi lainnya menjadi kekhawatiran warga, terutama saat akan menikahkan anak perempuan dengan pria yang disunting. Warga cepat cepat menikahkan apabila sudah waktunya dan tak menundanya. Apabila tidak segera, akan seperti Nyai Rawan, yang selama hidupnya tidak bersuami hingga di masa tuanya.

Saat wafat, Nyai Rawan dimakamkan di Dusun Bakung. Kebiasaan itu sudah sirna, tapi tetap menjadi konsep warga untuk segera menikahkan anak perempuan yang sudah waktunya berkeluarga. Namun keaguangan dan perjuangan Nyai Rawan tetap dihormati oleh warga di sana.

Terbukti makamnya di buatkan rumah berdinding tembok ukuran 5 X 4 meter, sebelahnya ada taman berpuluh tanaman hias yang membuat pengunjung datang ke sana menikmati kenyamanan dan sejuk. Bahkan menuju makamnya, dibangun jalan bagus sepanjang 250 meter.

Tak jarang pula, Makam Nyai Rawan dipadati pengunjung, yang kebanyakan dari Tuban dan luar daerah Bojonegoro untuk kirim doa dengan cara tahlil dan tahmid. Biasanya pada Jumat Wage. Dari makamnya masih dibutuhkan perawatan yang lebih baik lagi, terutama untuk menuju potensi Desa Bakung yang layak memiliki ziarah wisata. (raysa ayu/red) 

1132total visits,0visits today

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open


Hotline red.bojonegoropost@gmail.com
Redaksi Perum Citra Permata Rajekwesi AA No 4, Ngumpakdalem, Dander, Bojonegoro

error: Maaf, halaman dilindungi