Pijat dan Anyaman Pilihan Pasutri Tua

Bojonegoro Post – Selain membantu istrinya membuat besek (anyaman dari bambu:Red), Turiman warga Desa Temu RT 02 RW 01 Kecamatan Kanor Bojonegoro, telah lama menekuni profesinya sebagai tukang pijet.

Saat berjumpa dirumah mereka, Minggu (24/03/2017) Ia tetap bersyukur atas keahliannya itu.”Rasa syukur kepadaNya. Seminggu sekali saya membantu istri untuk menebang bambu, dan setiap harinya saya memotongi bambu itu sebagai bahan besek dan kalau ada warga yang minta pijat, baru saya layani,” jelas Pak Man sapaannya yang kini berusia 66 tahun tinggal bersama istrinya Kamsini (60).

Profesi yang dia mulai pada 2001 lalu telah bermanfaat bagi warga sekitar. Sehingga, tidak sedikit pelanggan yang memberikan ongkos lebih atas jasanya tersebut meski ia tidak mematok tarif.

“Banyak yang saya pijat. Hampir seluruh Desa Temu. Kalau warga di dusun Singkil sudah sering berlangganan. Kadang datang kerumah dan terkadang saya yang ke rumah pelanggan,” terangnya.

Secara tekun menjadi tukang pijat, dirinya mengaku setiap kali melayani, tidak sedikit pelanggan memberinya uang cukup dari Rp 40 sampai Rp 50 ribu atas jasa itu.”Biasanya sehari ada 2 sampai 3 orang yang minta dipijat,” jelasnya.

Sedangkan, Istrinya Kamsini yang sedang menganyam bambu berkata. Saat musim penghujan dirinya berkeluh atas kurangnya daya beli besek.

“Karena besek ini hanya laku pada musim kemarau. Kalau sekarang sepi karena tidak ada yang tanam tembakau. Meski begitu per harinya saya dapat 2 tangkep dan untuk satu tangkepnya seharga Rp 13 ribu setelah saya setor ke pengepul,” katanya.(andri yanto/red)

688total visits,0visits today

Share this Post :

No comments yet.

Leave a Reply

© 2016 Bojonegoro Post. All Rights Reserved. Design by ThemeVina
Open


Hotline redaksibojonegoropost@gmail.com
Redaksi Jl. MH THamrin, Tegal Luwung No 17, Bojonegoro