Press "Enter" to skip to content

Brutalnya Penagih, Ini Pengakuan Pelakunya

Bojonegoro Post – Guru Lutfi Oktafiana, warga Desa/Kecamatan Baureno menjadi korban kejahatan jalanan. Motor Honda Beat Hitam S 6719 AF yang sedang dipakainya sepulang dari mengajar, dirampas tiga orang penagih utang atau debt kolektor eksternalnya WOM Finance di sore kemarin. Perampasan digagalkan dua wartawan, Yusti dari Kompas TV dan Bambang dari Metro TV.

Malah kedua wartawan dihalangi dalam kegiatan jurnalistiknya saat mengambil perampasan tersebut. Kasusnya telah ditangani Polres Bojonegoro, Selasa (28/03/2017). Portal berita ini berhasil mewancarai satu dari tiga pelakunya.

Yakni Samiyono, diketahui sebagai koordinator penagih dari kejadian perampasan motor sore kemarin. Dia bertempat tinggal di Dempel Kecamatan Plumpang Tuban.
“Saya memang berprofesi sebagai debt kolektor. Saat mau menarik motor di Jalan Veteran sore kemarin saya mengendarai mobil agya merah dan ditemani dua anak buah saya,” kata Samiyono.

Dituding merampas, dia menolak ungkapan tersebut. Dikarenakan dia bersama dua anak buahnya berprofesi dan bertugas sebagai mitra dari WOM Finance yang bertugas melakukan penarikan motor. Khususnya, yang terlambat membayar angsuran. Bahkan dia tersinggung dalam merampas motor termasuk melecehkan kegiatan jurnalistik yang dilakukan dua wartawan dari Yusti Kompas TV dan Bambang dari Metro TV.”Ini pekerjaan saya dan saya tidak menganggu profesi dua wartawan itu. Justru pekerjaan saya menarik motor diganggu dua wartawan itu,” tegas Samiyono.

Menurutnya dia bersama dua anak buahnya sangat jengkel terhadap dua wartawan yang tiba tiba datang dan menshotingkan kamera handycamenya menyorotkan ke dia dan dua anak buahnya.”Sayapun terganggu dan saya melarang mereka,” terang Samiyono.

Kemudian terkait, motor yang akan dirampasnya. Samiyono menyatakan motor itu terjadi keterlambatan 8 bulan lamanya. Oleh karena itu dia dan anak buahnya akan menarik motor yang dikendarai guru wanita.”Saya tidak kasar, saya melakukan tugas saya sesuai aturan,” jelasnya yang mengelak dikatakan brutal sambil menegaskan tidak merasa melecehkan profesi dua wartawan saat kejadian sore kemarin.

Saat disampaikan perbuatannya sudah dipolisikan dan wartawan se Bojonegoro memperkarakannya. Samiyono menjawabnya.”Monggo karena saya tidak bersalah,” tukasnya. (reinno pareno/red)

741total visits,0visits today

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open


Hotline red.bojonegoropost@gmail.com
Redaksi Perum Citra Permata Rajekwesi AA No 4, Ngumpakdalem, Dander, Bojonegoro

error: Maaf, halaman dilindungi