Press "Enter" to skip to content

Kedua Tetangga Ini Akhirnya Bercerai

Bojonegoro Post – Jika ditanyakan apa enaknya selingkuh, sehingga banyak orang berlomba masuk ranah nikmat di depan dan pahit di belakang. Sulit diuraikan dengan kata-kata. Berikut yang diterima kisahnya, Minggu (16/04/2017) terjadi di kawasan bantaran Bengawan Solo di Kecamatan Kota Bojonegoro.

Tentang lelaki dan perempuan yang main-main dengan lembaga perkawinan. Sesuatu yang diagungkan karena sakral tersebut, dianggap layaknya jual beli barang bekas saja. Transaksi batal artinya tidak jadi dibeli atau tak laku lalu ditinggal begitu saja.
Tanpa perlu adanya alasan penyebabnya. Intinya ya itu tadi. Antara suka dan tidak suka.

Namun, memang selingkuh bagian dari cerita lama yang tak pernah ada kata akhirnya.
Bagi pasangan Mawar dan Oga (kedua nama disamarkan:Red), suami-istri dianggap tak lebih dari kendaraan. Manakala tak nyaman lagi dipakai, bias dijual atau tukar-tambah.

Begitu kedua pasangan itu saling tertangkap basah waktu selingkuh dan diceraikan oleh pasangan masing-masing, bertekad menikah resmi dengan pasangan selingkuhnya.
Hidup bertatangga wajar bila saling bahu membahu dalam segala hal. Namun, apa yang terjadi pada Mawar – Oga lain ceritanya. Tetangga berlanjut jadi teman mesra, dan kisah serupa banyak terjadi di berbagai tempat dan kawasan.

Seperti Oga (43) adalah salah satu bukti nyata. Anak sudah pada tamat SMA masih mengejar Mawar, jelang 30 tahun, perempuan menawan, tetangganya. Status perempuan ini pun tak jauh beda, sudah bersuami dan dikaruniai seorang anak hendak menapaki masa remaja. Oga, yang tak diketahui benar jalan pikirannya seperti apa, Mawar harus bisa dimiliki dengan cara apa pun. Hampir setiap malam, Oga duduk bersila di atas tikar pandan menghadap arah rumah Mawar. “Datanglah kau padaku, datanglah. Mari ke mari merapat dalam pelukanku,” gumam Oga seperti melafalkan mantra pengasihan.

Semerbak bau dupa menusuk hidup oleh tiupan angin.
Jampi-jampi mantra yang dilakukan Oga tak serta merta bias menaklukkan perempuan idolanya tersebut. Harus tetap melalui tahapan dan proses, meski sifatnya formalitas. Lelaki tersebut juga menyadari tak ada yang otomatis dalam hidup ini. Semuanya harus digerakkan oleh kerja keras dan usaha pantang menyerah.
Akibat mantra dan jampi-jampi yang manjur ataukah karena faktor sama-sama mengagungkan urusan cinta, apa yang dilamunkan Oga akhirnya kesampaian. Ini diawali dengan bukti konkrit.

Saat Mawar dicolek pinggulnya tak menunjukkan sikap murka. Malah sebaliknya. Hanya sekali waktu Mawar pura-pura sewot sambil  berujar, jangan terlalu berlebihan tak enak kalau ketahuan orang, apalagi suaminya sendiri. Mawar pun lalu member isyarat.“Silakan lakukan sesukamu, kalau di tempat tertutup. Jangan terbuka seperti ini,” tutur Mawar yang membuat Oga girang seperti anak kecil dibelikan mainan.

Ujungnya, aksi colek mencolek tersebut diteruskan di sebuah kamar losmen tak jauh dari Pasar Besar Bojonegoro.

Akan tetapi, begitulah yang terjadi kemudian. Sekali pun disimpan rapat, pada akhirnya aroma tak sedap itu akan menyebar pula secara alami dan itu pun yang terjadi atas affair antar tetangga ini.

Suami Mawar atau istri Oga, kerap merasa kehilangan pasangannya di waktu bersamaan. Waktu Mawar pergi ke luar rumah dalam waktu cukup lama, Saat itu pula istri Oga tak mendapati lelaki itu di rumah. Begitu Mawar pulang, tak lama berselang Oga tiba pula di rumahnya.

Kisah perselingkuhan akhirnya kepergok pasangan masing-masing saat mengurai nafsu di losmen. Keduanya pun disidangkan bersama pasangannya. Oga atau pun Mawar tak mengingkari adanya jalinan diantara mereka. Jalan yang ditempuh bagi pasangan suami istri masing-masing, saling bercerai dan bertukar pasangan menikah resmi. Seperti sebuah dongeng saja. Tapi, begitulah memang adanya. Secara hitungan matematis, istri Oga lebih diuntungkan. Suami Mawar masih muda, perlente dan mapan. Sementara, Oga kabarnya terus didamprat istri barunya akibat penghasilannya tak menentu. (reinno/red)

1153total visits,0visits today

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open


Hotline red.bojonegoropost@gmail.com
Redaksi Perum Citra Permata Rajekwesi AA No 4, Ngumpakdalem, Dander, Bojonegoro

error: Maaf, halaman dilindungi