Siapakah Sosok Rondo Mori Dekat Bengawan

Bojonegoro Post – Rondo Mori termasuk nama yang cukup melegenda di Bojonegoro, sosok yang mempunyai jejak di Kecamatan Trucuk, sesuai namanya yang berarti statusnya janda. Keterangan dihimpun, Minggu (23/04/2017) menyebutkan Mori sendiri merupakan sebuah nama desa yang berada di Bantaran Sungai Bengawan Solo. Desa Mori dahulu adalah tempat pengungsian. Rondo Mori sendiri tak diketahui asalnya.

Dalam cerita yang berkembang, Rondo Mori mempunyai kesaktian berubah
wujud menjadi seekor buaya besar berwarna putih. Sesekali, dari mulut ke mulut tak sedikit yang masih menuturkan kemunculan buaya putih di Sungai Bengawan Solo. Itupun masih jadi cerita orang-orang tua.

Ternyata, legenda Rondo Mori tak hanya berkembang di Kecamatan Trucuk
dan bantaran Sungai Bengawan Solo. Nun jauh di wilayah selatan, sekitar 65 kilometer, legenda Rondo Mori juga cukup dipercaya keberadaannya. Di Dusun Kadung Desa Sambongrejo, Kecamatan Gondang.

Di sana, sebuah air terjun dan aliran sungainya dipercaya sebagai petilasan
dari Rondo Mori. Bahkan, hingga beberapa tahun yang lalu, keturunan Rondo Mori masih melakukan sebuah lelaku ider-ider di petilasan tersebut. Lelaku itu dilakukan setiap Jumat oleh para janda keturunannya.

Terakhir adalah oleh janda bernama Mbah Dami. Keturunan Rondo Mori sendiri selalu berstatus janda yang saat ini ada sebuah rumah yang dihuni oleh tiga janda. Sekarang ider-idernya hanya setahun sekali.

Ider-ider yang selalu dipimpin janda tersebut merupakan simbol napak tilas perjalanan Rondo Mori yang jejaknya berupa air bersih. Ritual yang dilakukan berupa penyusuran sungai yang dilakukan oleh sang janda dengan kelengkapan berupa sebuah selendang berwarna hijau.

Sepanjang perjalanan penyusuran tersebut, sang janda mencelup ujung selendangnya ke air dan mengipaskannya ke segala penjuru. Dipercaya cipratan air tersebut sebagai simbol keberkahan.

Ritual tersebut kini hanya dilakukan setahun sekali, hal itu selain kondisi lingkungan yang sudah semakin memprihatinkan. Aspek kesadaran budaya yang semakin tipis. Terlepas dari unsur tersebut, legenda yang berkembang di Bojonegoro ternyata masih bertautan antara kecamatan satu dengan yang lainnya.

Selain di Gondang, Rondo Mori juga mempunyai hubungan dengan legenda
di Kecamatan Kota. Hal yang menghubungkan adalah berkenaan dengan ritual sedekah bumi, dimana sedekah bumi di Desa Mori selalu dilaksanakan. Setelah sedekah bumi di Desa Jetak, Kecamatan Kota. Dipercaya bahwa suami pertama Rondo Mori, tokoh dari Jetak Demikian, cerita rakyat tentang Bojonegoro. (rayan rabani/red)

1552total visits,0visits today

Share this Post :

No comments yet.

Leave a Reply

© 2016 Bojonegoro Post. All Rights Reserved. Design by ThemeVina
Open


Hotline redaksibojonegoropost@gmail.com
Redaksi Jl. MH THamrin, Tegal Luwung No 17, Bojonegoro