Pria Ini Ditinggal Selingkuh Istri Muda

Bojonegoro Post – Apa enaknya kawin lebih dari satu alias poligami. Ini yang dialami Suwir (nama disamarkan:Red),  pria 46 tahun yang tinggal di sebuah kelurahan di Kecamatan Kota Bojonegoro itu menceritakan kepada portal berita ini, Jumat (28/04/2017). Menurutnya, apalagi, bini yang kedua masih muda, cantik dan menjanjikan kehangatan tersendiri meski hanya melihatnya dari tubuh bagian luarnya saja.

Pokoknya, untuk ukuran lelaki normal dijamin pasti bakal kesengsem oleh Mawar (nama disamarkan:Red), yang baru dinikahi resmi Suwir enam bulan lalu.

Lebih banyak tidak enaknya daripada kenikmatannya, begitu selalu jawab Suwir saat ditanyakan padanya. Yang ada cemburu dan was-was jangan-jangan si dia kabur begitu kurang uang belanja dan biaya mematut diri. Tapi, lelaki karyawan swasta rendahan ini tergolong pencemburu berat. Baru ditegur sapa lelaki kenalannya saja sudah dianggap selingkuh.

Sebelum Suwir menikah lagi, dia sudah menghitung pola ilmu poligami. Untuk memenuhi kewajiban suami dia terapkan sistem bergilir. Tiga hari di Bojonegoro, istri tuanya. Sedang tiga hari lainnya, jatah Mawar yang tinggal di Blora.

Capek melakukan aktifitas beda tempat dengan jarak cukup jauh, awalnya tak dipikirkan benar oleh Suwir. Karena, itulah risiko mengasyikkan , berkata demikian selalu Suwir. Dia mencoba berlaku adil lahir dan batin.
Bojonegoro-Blora di Jawa Tengah jarangknya tidak dekat.

Namun, bagi laki-laki beristri dua, bolak-blaik pergi-pulang merupakan penyaluran aspirasi nafsunya yang tak bisa ditahan. Masalahnya, Suwir bukanlah bos dengan banyak uang. Disedot urusan finasial dan tenaga tiap hari otomatis kelabakan juga.

Mawar yang lagi matang-matangnya, begitu suaminya mulai sering absen, terutama distribusi keuangan, Mawar menuntut cerai. “Buat apa bersuami kalau uangnya seret. Mending sendirian saja, uang lancar lelaki juga banyak yang ngantri,” begitu kata Suwir menirukan kata Mawar curhat pada teman-temannya.

Namun, Suwir yang kondisi keuangannya compang-camping, tidak mau menerima tuntutan Mawar begitu saja. Yang terjadi, kondisi rumah tangga pasangan ini ngambang dengan status pisah ranjang.

Suwir yang kasmaran pada bibi mudanya ini, terus membujuk Mawar mengurungkan niatnya minta cerai.
Mawar tetap tak bergeming. Pun saat Suwir minta dilayani karena istri tuanya di Bojonegoro sedang berhalangan akibat kedatangan tamu bulan, wanita ini tak mau juga.

Penolakan Mawar kayaknya masuk akal kalau dinalar dengan jernih. Lelaki memang pilih enaknya saja, tutur Mawar. Dilayani terus-menerus tapi jatah uangnya nihil.
Berkali-kali ditolak Suwir tetap nekad datang menemui Mawar.

Rindunya sudah tak tertahankan lagi. Maka, pada akhir pekan lalu Suwir dengan bekal uang pas-pasan bertolak ke Blora. Dia meyakini adagium (aturan tak tertulis, Red) , semarah apa pun seorang istri pasti akan mencair juga bila diintimi meski dengan cara setengah memaksa.
Kerinduan Suwir tak tertuntaskan begitu dia sampai ke rumah Mawar. Nahas bagi Suwir, yang dirindukan tak berada di tempat. Kata tetangganya Mawar sedang pergi ke pasar setempat. Takut rindunya terberangus, Suwir menyusul ke tempat biasanya Mawar membeli belanjaan.

Kepalanya terasa dipukul godam waktu mendapati Mawar tak sendirian di sana. Seorang lelaki muda, duduk berdampingan mesra bersama istrinya minum es jus. Kemarahannya tak terbendung lagi. Tangan Mawar yang diremas lelaki asing itu dicoba digelandang Suwir.

Belum sempat tercapai maksudnya, lelaki itu mencengkeram kerah bajunya. Nyali Suwir menciut begitu rasa sakit menjalari lehernya.
“Jangan pernah datang lagi ke mari. Aku telah mengajukan gugatan cerai. Kau bukan lagi suamiku kini,” kata Suwir menirukan kata Mawar.

Suwirpun ditinggal Mawar sambil bergelayut di pundak lelaki alternatip sebagai pilihannya pengganti Suwir. Nasib Suwir memang. Karenanya, jangan coba-coba poligami jika tak mampu berlaku adil. Apalagi bila tak cukup punya uang. (reinno/red)

1931total visits,0visits today

Share this Post :

No comments yet.

Leave a Reply

© 2016 Bojonegoro Post. All Rights Reserved. Design by ThemeVina
Open


Hotline redaksibojonegoropost@gmail.com
Redaksi Jl. MH THamrin, Tegal Luwung No 17, Bojonegoro

error: Maaf, halaman dilindungi