Belum Lapor, Cafe Ini Ancam Pendapatan Negara

Bojonegoro Post – Terletak di komplek stasiun pemberhentian Kereta Api Bojonegoro, Resto Teh Jawa Cafe selama berdiri belum pernah melaporkan omsetnya ke Dinas Pendapatan Asli Daerah (PAD). Padahal pajak restoran wajib dibayar per bulan sesuai omset bulanan.

Karena itu DPAD Bojonegoro melalui Dilli Tri Wibowo, Kabid Pajak Daerah, mengaku selama setahun ini pihak resto sama sekali belum melunasi pajaknya.

“Resto Teh Jawa Cafe telat bayar. Telat sejak berdirinya resto itu, hampir satu tahun,” ucap Dilli, Kamis (06/07/2017).

Lantaran belum melaporkan omsetnya, Dilli tidak dapat memastikan besaran tanggungan pajak yang wajib dibayar resto tersebut selama setahun.

“Malahan sudah kami hubungi kantor pusatnya di Pekalongan. masih dipingpong lagi ke manajer outlet di Semarang dengan jawaban ya ya ya saja,” ujar dia.

Sehingga beberapa pekan lalu, tepatnya di bulan puasa kemarin pihak DPAD telah menandai resto dengan stiker bertuliskan Rumah Makan Ini Menunggak Pajak Daerah dalam huruf kapital yang bersifat mengumumkan.

Menurut dia, sebelum penyegelan itu pihak resto sudah diberikan pemberitahuan kewajiban bayar pajak.”Akan tetapi panggilan pertama sampai ketiga kali masih dihiraukan. Walau pun begitu (disegel) resto masih tetap bisa jalan,” jelas Dilli.

Mengacu Perda 15 Tahun 2010 tentang Pajak Daerah. Dia memperkirakan jika omset rata rata per hari Rp 1,5 Juta sampai Rp 2 Juta, maka kerugian negara karena tidak terbayarnya pajak restoran tersebut berkisar Rp 24 Juta-an, termasuk pajak reklamenya.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, portal berita ini masih berupaya mengkonfirmasi pihak resto soal menunggaknya pajak tersebut.(andri yanto/red)

1355total visits,0visits today

Share this Post :

No comments yet.

Leave a Reply

© 2016 Bojonegoro Post. All Rights Reserved. Design by ThemeVina
Open


Hotline redaksibojonegoropost@gmail.com
Redaksi Jl. MH THamrin, Tegal Luwung No 17, Bojonegoro

error: Maaf, halaman dilindungi