Skor Nol, Peserta Tes Perangkat Surati Kemendagri

Bojonegoropost – “Kami sudah mengirimkan surat pernyataan sikap atas hasil koreksi seleksi Perangkat Desa ke Kemendagri,” kata Muh Nastain, Kamis (09/11) salah satu peserta Ujian Tulis Perangkat Desa.

Surat tersebut dikirimkan lantaran  LJK (Lembar Jawaban Komputer) tidak terbaca. Sehingga tidak keluar nilainya, Alias 0 (nol).

“Karena itu kemarin (2/11) kami juga sudah mengirimkan surat ke Bupati,” terangnya. Malahan, kata Nastain, Bupati Bojonegoro, Suyoto mengatakan jika alasan terjadinya skor nol itu peserta tidak menuliskan tanggal lahir dan kode soal.

“Padahal seyakin-yakinnya dan sebenar-benarnya tanggal lahir serta kode soal sudah kami tulis. Namun tetap saja tidak terbaca, yang hasilnya nol,” ujar Nastain yang pernah daftar di posisi Kepala Dusun Wire, Desa Ngemplak, Baureno saat Pendaftaran Pengisian Perangkat Desa.

Terkait penulisan tanggal dan kode soal, menurutnya nyata bisa dibuktikan dengan cara apapun. Karena goresan pensil atau bekasnya tentu masih melekat pada LJK. Meskipun ada penyebab lain hingga tidak terbacanya LJK, Nastain memprotes, mestinya tim bisa tetap mengoreksi dengan cara manual.

Selain protesnya terhadap proses pengoreksian LJK, dia melirik pada tata tertib seleksi ujian Perangkat Desa Ngemplak, Kecamatan Baureno bahwa tertulis peserta yang tidak ikut seleksi ujian tulis diberikan nilai nol. “Artinya hanya peserta yang tidak hadir saja kan yang memperoleh nol,” protesnya.

Kekesalan tersebut lantaran Nastain mengaku dengan hasil nol ini menjadi beban di lingkup masyarakat. “Apalagi masyarakat sebagian tidak memahami adanya skor nol, kalau itu (LJK) tidak terbaca,” ungkapnya.

Dia merasakan skor nol atau tidak terbaca tersebut merupakan sebuah ketidakadilan atau tidak adanya penghargaan atau apresiasi karya jerih payah pemikiran peserta ujian tulis Perangkat Desa. “Akibatnya dengan hasil tersebut kami merasa terkebiri dengan mendapatkan perlakuan yang dzalim dan diskriminasi yang tak ubahnya pembunuhan karakter pada kami di tengah-tengah masyarakat,” curhatnya.

Diketahui surat yang dikirim ke Kemendagri tertandatangani 6 peserta termasuk dirinya yang mendapatkan nilai nol. Diantaranya, Tofiq Widodo Aprianto dari Desa Baureno, Aris Supriyanto dari Desa Gunungsari, Kuslan dari Desa Bungur, Matdarto dari Desa Temu, dan Titi Dwi Jayanti dari Desa Bayemgede.(andri yanto/red)

444total visits,0visits today

Share this Post :

No comments yet.

Leave a Reply

© 2016 Bojonegoro Post. All Rights Reserved. Design by ThemeVina
Open


Hotline redaksibojonegoropost@gmail.com
Redaksi Jl. MH THamrin, Tegal Luwung No 17, Bojonegoro

error: Maaf, halaman dilindungi