Seni Silat Syailendra, Kenalkan Teknik Pranayama

Bojonegoropost – Sebagai pelestari budaya asli Indonesia, Pudji Hartono, warga Desa Kauman bersama keluarganya ini akhirnya sepakat mendirikan perguruan silat yang merupakan warisan dari ayahnya. “Namanya Sedulur Sejati Syailendra dan memilih aliran seni silat Jawa,” kata pria yang akrab dipanggil Tono itu.

Syailendra sendiri telah berkembang di Bojonegoro sejak tahun 1988, namun kala itu masih berupa latihan terbatas. “Silat Syailendra berpijak pada nilai-nilai seni budaya Indonesia khususnya silat Jawa dan unsur teknik olah pernapasan atau Pranayama dan MahaPrana,” tambahnya.

Pranayama adalah teknik pernapasan harimau untuk menjaga stamina kebugaran fisik, juga untuk penyembuhan penyakit baik untuk  diri sendiri maupun kepada orang lain Tono mengungkapkan, jurus kaidah silat Syailendra sendiri meliputi jurus tangan kosong, senjata tombak, toya dan golok .

Perguruan ini didirikan oleh  keluarga Sajoeti di Bojonegoro, yakni dirinya Pudji Hartono, Hariyanto, Suharnowo, Panca Gunawan, dan Heri Juliyanto yang kesemuanya adalah putra asli Bojonegoro.

Sajoeti adalah pejuang pada masa jaman perang Kemerdekaan RI. Lahir pada tahun 1927, di Bojonegoro. Sajoeti memiliki teknik silat dan beladiri militer pada masa perjuangan melawan Belanda, Jepang dan Sekutu.

“Syailendra terbuka untuk seluruh Rakyat Indonesia yang mau ikut uri-uri budaya leluhur khususnya Pencak dan Silat,” tambahnya. (ramon pareno/red)

460total visits,0visits today

Share this Post :

No comments yet.

Leave a Reply

© 2016 Bojonegoro Post. All Rights Reserved. Design by ThemeVina
Open


Hotline redaksibojonegoropost@gmail.com
Redaksi Jl. MH THamrin, Tegal Luwung No 17, Bojonegoro