Press "Enter" to skip to content

Modus Godaan Gadis Berambut Pirang

Bojonegoropost -Hidup sekali hiduplah yang berarti diterjemahkan oleh Melati (24), demikian namanya disamarkan, sebagai kebebasan berkreasi dalam menjalani kehidupan yang keras ini. Menghalalkan segala cara termasuk jerat tipu daya, menjadi bagian hal biasa dan tak ditabukan gadis imut-imut asal dusun timur Bojonegoro barat perbatasan Babat Lamongan.

“Aku sudah lama kehilangan nurani. Rasa cinta hanya bualan dan omong kosong. Aku ingin yang kongkrit dan instan tanpa harus menjual diri,” begitu dia selalu berdalih manakala ditanyakan sepak terjangnya menjerat lelaki mata keranjang yang ditipunya mentah-mentah.

“Salah sendiri. Mengapa harus menggodaku. Ada banyak wanita nakal yang bisa dibohongi dan dibayar murah,” katanya tanpa ekspresi.

Melati beberapa hari ini tengah menjadi buah bibir. Mulai dari warung kopi sampai tingkat birokrasi. Pasalnya, gadis semampai itu dituduh membawa kabur dua motor lelaki mata keranjang yang berusaha menjeratnya.

Apalagi yang diinginkan kecuali nafsu sesaat. Tapi ke mana harus mencari Melati. Tak seorang pun tahu di mana dia berada. Tapi, gadis berambut merah itu kerap muncul secara tiba-tiba dan dapat mangsa.

Lelaki mata keranjang yang jadi korban, Melati kali ini adalah seorang perangkat desa.

.Suatu kali, Bangkrong, hanya nama rekaan, berniat belanja ke swalayan di Kota Bojonegoro. Di tengah perjalanan, di seputaran terminal, mata nakalnya menangkap sesosok perempuan muda yang menawan. Motor yang baru dibelinya lima hari lalu berjalan perlahan.

Maksud Bangkrong menarik perhatian si gadis siapa tahu bisa kenalan. Entah kebetulan atau sedang dinaungi dewi fortuna, si gadis yang tak lain Melati melambaikan tangannya. Jiwa mudanya bergelora dan secara reflek menghentikan motornya.

“Bos mau ke mana terik hari begini. Kita ngobrol di warung yuk,” kalimat itu nyerocos dari bibir tipis Melati. Bangkrong yang memang telah memasang jerat, langsung oke. Di warung kopi yang sederhana, mereka memesan es dan kopi.

“Tidak makan sekalian,” tanya Bangkrong. Melati pura-pura jual mahal. Kepalanya digelengkan. Senyumnya merekah. Bangkrong makin kelimpungan.

“Eh, bos. Pinjem motornya ya mau jemput temen. Tuh di situ dekat pertigaan,” kata Melati sambil keluar warung menunjuk ke arah seorang cewek yang berdiri di bawah pohon palem.“Ok. Silakan. Silakan.” kata Melati.

Makin cerah saja wajahnya. Tak ada rasa curiga. Yang ada hanya bayangan lekuk tubuh Melati yang sudah masuk dalam jeratnya. Tapi, setelah beberapa lama ditunggu Melati tak balik juga. Bangkrong mulai dilanda kegelisahan.

Tubuhnya basah oleh berkeringat. “Lihat cewek yang tadi bawa motor Supra X saya,” tanyanya pada beberapa tukang ojek yang mangkal di depan warung.“Dia pergi ke arah barat. Kalau ditunggu sampai besok pun, dia tak mungkin kembali. Sudah ada beberapa lelaki yang dikerjainya dengan dengan modus serupa dengan bapak,” kata beberapa lelaki yang mengerumuninya.

Bangkrong tak bisa berkata kata. Hatinya mulai dilanda ketakutan. Bagaimana nanti dia harus menceritakan peristiwa getir itu pada istrinya. (redaksi)

1040total visits,0visits today

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open


Hotline red.bojonegoropost@gmail.com
Redaksi Perum Citra Permata Rajekwesi AA No 4, Ngumpakdalem, Dander, Bojonegoro

error: Maaf, halaman dilindungi