Lolos Selewengkan Raskin, Terjerat Soal DD

Bojonegoropost -Kades Jari Kecamatan Gondang Srihanto, sudah ketahuan alias terbukti telah menyelewengkan beras miskin (Raskin) selama bertahun-tahun, Namun dapat terbebas dari jeratan hukum. Soal raskin itu pernah dilaporkan warga Desa Jari di Oktober 2016.”Namun apesnya terjerat soal lain, kasus dana desa. Ya harus dipertanggungjawabkan,” tegas Mahfud, tokoh warga Sabtu (18/11).

Diketahui, kasus dugaan korupsi pembangunan Dana Desa (DD) 2017, Kepala Desa Jari Srihanto dan Kepala Urusan Keuangan Desa Jari, Yatmiran, ditahan di Kejaksaan Negeri (Kejar) Bojonegoro,Jumat (17/11) kemarin.”Kerugian negara ditaksir sekitar Rp 114 juta dari tujuh proyek dari dana desa,” kata Kepala Kejari Bojonegoro Muhadi.

Informasi dari Desa Jari, semestinya harus terjerat soal penyelewengan 1,05 Ton Raskin. Saat penyelewengan itu dilaporkan warga, Kejari Bojonegoro, menyebutkan pengusutan penyelewengan raskin itu dilakukan kepala desa setempat sejak Mei 2014 hingga Agustus 2016. Setiap bulannya, desa setempat mendapatkan raskin sebanyak 6,25 ton untuk 814 KK (Kepala Keluarga).

Namun atas perintah kepala desa setempat, 814 KK masing masing mendapatkan 6,5 Kg, sehingga apabila dikalikan terbagi sebanyak 5,26 ton. Masih tersisa 1,05 ton, sisa itu yang diduga diselewengkan oleh kepala desa setempat.

Sedangkan pihak Kejari Bojonegoro memulai penyelidikan berdasarkan laporan dari warga yang merasa dirugikan. Dalam laporan warga tersebut, semestinya raskin digunakan untuk warga desa yang membutuhkan. Namun justru digunakan untuk kepentingan kepala desa setempat. Sehingga hal tersebut, terindikasi melanggar UU Tipikor (Tindak Pidana Korupsi).

Terpisah Camat Gondang Heri Widodo (pejabat lama:Red) saat pernah dikonfirmasi portal berita ini mengatakan pernah pihaknya mendengar akan ramainya permasalahan raskin di wilayah kerjanya, yakni di Desa Jari. ”Selintingan pernah dengar dan memang yang saya tahu kepala desanya arogan dan sering bertengkar dengan warga,” tegasnya. Lanjutnya saat itu, raskin adalah program pemerintah dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan dan memberikan perlindungan sosial beras kepada keluarga miskin (RTM) dengan jumlah maksimal sebanyak 45 kg pertiga bulan. (raysa ayu/red)

424total visits,0visits today

Share this Post :

No comments yet.

Leave a Reply

© 2016 Bojonegoro Post. All Rights Reserved. Design by ThemeVina
Open


Hotline redaksibojonegoropost@gmail.com
Redaksi Jl. MH THamrin, Tegal Luwung No 17, Bojonegoro

error: Maaf, halaman dilindungi