Kerangka Panjang di Situs Mlawatan

Bojonegoropost – Secara formal kawasan yang dikenal dengan nama Situs Mlawatan atau Situs Wotanngare itu dipercaya sebagai petilasan Prabu Anglingdharma, tokoh yang kini masih sebatas legenda karena belum pernah ada bukti otentiknya. Lokasinya di Dusun Tawing, Desa Wotangare, Kecamatan Kalitidu.

Secara fisik, kini situs itu berupa sebuah pendopo kecil dengan cungkup makam di dalamnya. Dipagar keliling dengan gapura bercorak Majapahit, kesemuanya adalah bangunan baru. Sebelum tiba di pusat situs ini, sebuah gapura megah menyambut kedatangan pengunjung, masih sekitar 2 kilometer ke dalam hingga di tengah areal pertanian.

Kembali pada awal bulan ini, warga setempat menemukan kerangka manusia di dekat situs. Kerangka yang relatif masih utuh itu, ditemukan saat salah satu warga bermaksud menggali lobang untuk kebutuhan sanitasi.

Saat kedalaman lobang mencapai sekitar 2 meteran, tiba-tiba cangkulnya menghantam benda tak biasa. Setelah diamati, ternyata benda tersebut menyerupai tulang. Temuan itu dilaporkan ke aparat setempat, yang kemudian dilakukanlah penggalian.

Sebenarnya warga tak terlalu terkejut, karena menurut mereka di sekitar lokasi itu memang sudah beberapa kali menjumpai hal serupa. Tepatnya, kerangka itu ditemukan di sebelah barat petilasan dengan posisi kepala ada di utara dan kaki mengarah selatan.

Di sekitar lokasi petilasan memang secara tradisional dikenal sebagai lokasi yang mengandung tinggalan yang tampak kuno. Karena diwarnai legenda dan mitos yang bercampur dengan ‘sejarah’ itulah kemudian warga setempat memutuskan untuk kembali menguburkan kerangka yang mempunyai panjang lebih dari ukuran tinggi warga lokal.

“Sudah dikuburkan lagi, lokasi barunya sebaiknya tidak dibuka, yang jelas saat ditemukan tak ada benda lain,” kata salah satu warga.

Di radius tak seberapa jauh, meski tak termasuk dalam satu wilayah, ada ‘kebiasaan’ masyarakat untuk mencari aneka tinggalan. Lokasinya di areal persawahan saat musim kemarau, tak jarang mereka menemukan benda-benda yang dipercaya sebagai bekal kubur.

Sebagian meyakini, kawasan itu memang areal pemakaman saat jaman kerajaan. Bahkan sebagian menyebutnya sebagai makam pendeta hindu kuno abdi Kerajaan Malowopati dengan Rajanya Prabu Anglingdharna. Ciri-ciri makam temuan merekapun mirip dengan yang baru saja ditemukan di situs Mlawatan.

“Bedanya kalau yang sengaja dicari itu selalu ada bekal kuburnya. Kadang ada monte, keris, gerabah, hingga emas;” kata Supardi, warga yang mengaku sering ikut dalam perburuan itu.

Namun menurutnya, ada semacam kesepakatan tak tertulis bahwa siapapun yang menemukan sesuatu, tak boleh membawa secuilpun kerangkanya. “Kalau nemu, tak boleh merusak kerangkanya. Ada kepercayaan bakal kualat,” imbuhnya. (redaksi)

455total visits,0visits today

Share this Post :

No comments yet.

Leave a Reply

© 2016 Bojonegoro Post. All Rights Reserved. Design by ThemeVina
Open


Hotline redaksibojonegoropost@gmail.com
Redaksi Jl. MH THamrin, Tegal Luwung No 17, Bojonegoro

error: Maaf, halaman dilindungi