Proyek Veteran, Tak Ada Koordinasi dengan Terminal

Bojonegoropost – Proyek pengaspalan dan pembuatan trotoar di Jalan Veteran Bojonegoro, terbukti menganggu pengendara kendaraan bermotor hingga kerap kali terjadi kecelakaan yang korbannya mengalami luka luka dan patah tulang. Proyek itu anggarannya bersumber dari APBD sebesar Rp 10,4 miliar.

Untuk ketidaknyamanan pengguna jalan yang diakibatkan proyek jalan tersebut, Pemkab, DPRD dan Polres Bojonegoro telah menanganinya Hingga berita ini diturunkan, Senin (18/12) alat berat maupun pekerja dari PT Kontruksi Bangun asal Surabaya selaku kontraktornya masih mengerjakan di Jalan Veteran.

Salah satu yang terdampak langsung adanya proyek, yakni arus lintas keluar masuknya armada bis maupun kendaraan bermotor lainnya di terminal. Kepala Terminal Rajeweksi Bojonegoro Sentot Sugeng mengatakan pihaknya belum pernah ada koordinasi dari kontraktor yang mengerjakan jalan veteran di depan terminal.

Diakuinya adanya proyek jalan menganggu arus lalu lintas keluar masuknya semua kendaraan bermotor ke terminal.”Namun terkait proyek tersebut, kendaraan keluar masuk terminal lancar lancar saja karena diatur petugas pos pintu masuk dan keluar terminal biarpun agak tersendat namun tetap lancar,” katanya.

Menurutnya, ada atau tidak adanya proyek pengerjaan jalan di depan terminal. Pihaknya tetap harus bekerja.”Biarpun tanpa ada koordinasi, petugas kami siap membantu demi keselamatan masyarakat dan kelancaran keluar masuk terminal,” terangnya.

Adapun untuk mencegah adanya kemacetan maupun kecelakaan dari adanya proyek jalan. Lanjutnya,pihak terminal mengkonsentrasi personil seperti sehari hari di gerbang masuk dan keluar terminal. Disinggung saat ini ada polisi yang membantu arus lalu lintas di depan terminal.

Sentot Sugeng mengaku bukan pihaknya yang mendatangkan polisi. Dia membenarkan yang mendatangkan polisi dari kontraktor.”Ya memang sekarang ini ada polisi lantas,” terangnya. Informasi lainnya menyebutkan didatangkan polisi setelah adanya kecelakaan dan kondisi itu diakibatkan cara kontraktor di proyeknya tidak memberi lampu penerangan, memarkirkan alat berat tidak ada rambu dan jalan yang diaspal maupun yang dibongkar tidak diberi rambu juga. Sehingga membahayakan pengguna jalan. (raysa ayu/red)

214total visits,0visits today

Share this Post :

No comments yet.

Leave a Reply

© 2016 Bojonegoro Post. All Rights Reserved. Design by ThemeVina
Open


Hotline redaksibojonegoropost@gmail.com
Redaksi Jl. MH THamrin, Tegal Luwung No 17, Bojonegoro