Press "Enter" to skip to content

PIK-R 12 Desa Dibekali Soal Perilaku Remaja

Bojonegoropost – “Tak dapat dipungkiri, remaja adalah tumpuan generasi bangsa. Ketika fase remaja bisa dilalui dengan baik dan sukses, maka selamatlah sebuah generasi. Kuncinya, remaja harus sehat dan bahagia”, kata Nurlina, Kepala Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3A KB) Kabupaten Bojonegoro.

Itu disampaikan dalam Diskusi Remaja bertajuk Pengetahuan Bahaya Narkoba dan Kesehatan Remaja, di Balai Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yang berlangsung kemarin (24/12).

Lina menjelaskan, remaja yang sehat adalah remaja yang terbebas dari seks bebas penyebab rusaknya kesehatan reproduksi. Sebagai langkah awal, remaja wajib tahu apa saja yang harus dilakukan untuk menjaga kesehatan reproduksinya. “Terkadang informasi tentang seksualitas itu tabu, padahal penting untuk diketahui dan didiskusikan, khususnya dengan orangtua,” katanya.

Ia mengatakan dihadapan di depan puluhan para pegiat Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) dari 12 desa di Kecamatan Gayam, bahwa remaja harus ingat triad genre, yaitu No Free Sex, No HIV/AIDS, dan No Pernikahan Dini.

Selain sehat, remaja juga harus bahagia. Penting bagi remaja untuk memahami bagaimana bahagia yang sebenarnya. “Remaja sering terjebak pada kebahagiaan semu dan instan, dan ini dimanfaatkan para pengedar narkoba untuk mencekoki remaja dengan barang haram itu,” ungkap IPTU Mulyono, Kepala Urusan Pembinaan dan Operasional Satres Narkoba, mewakili Kapolres Bojonegoro.

Dalam kesempatan diskusi tersebut, Mulyono menjelaskan jenis-jenis narkoba dan bagaimana mengenalinya. Mul juga menjelaskan bahaya dari narkoba tersebut. “Saya tidak ingin ada diantara para remaja di sini terkena narkoba, jangan sampai kejadian ya,” ucapnya kepada peserta.

Diskusi ini merupakan bagian dari Program Peningkatan Kelembagaan Pusat Informasi dan Konseling Remaja yang diprakarsai Operator minyak dan gas bumi Lapangan Banyu Urip, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL). Dalam pelaksanaannya, EMCL menggandeng LSM Pattiro Surakarta.

Menurut Program Manager Pattiro, Wiwik Nur Widiyanti, agenda ini adalah tindak lanjut dari pembentukan kepengrusan PIK-R beberapa waktu lalu di setiap desa di Kecamatan Gayam.

“Kegiatan kali ini untuk penguatan wawasan dan materi bagi pengurus, yang nantinya bisa di tularkan pada teman-teman remaja lain,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan EMCL, Galih Tiara mengatakan bahwa program ini merupakan komitmen EMCL untuk mendukung pemerintah dalam peningkatan taraf kesehatan masyarakat. Menurutnya, kesehatan remaja menjadi perhatian khusus.

“Lapisan masyarakat saat ini paling banyak usia pemuda atau remaja, apalagi di era banjir informasi seperti saat ini,” tuturnya.

Galih juga menegaskan bahwa EMCL mengapresiasi dukungan masyarakat terhadap kesuksesan proyek negara di Lapangan Banyu Urip. Sinergi dan kolaborasi masyarakat, pemerintah, dan EMCL mewujudkan program Pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.

“Kami senantiasa mendukung semangat dan aksi positif di masyarakat, demi terciptanya masyarakat yang mandiri dan sejahtera,” pungkasnya. (andri yanto/red)

795total visits,0visits today

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open


Hotline red.bojonegoropost@gmail.com
Redaksi Perum Citra Permata Rajekwesi AA No 4, Ngumpakdalem, Dander, Bojonegoro

error: Maaf, halaman dilindungi