Press "Enter" to skip to content

Fenomena Bumi di Bojonegoro Selatan, Semburan Gas

Bojonegoropost – Pada tahun lalu, wilayah selatan Bojonegoro sempat dilanda gempa, meskipun gempa kecil namun dampaknya telah disaksikan oleh banyak orang. Selain semburan lumpur panas di Desa Jari KEcamatan Gondang, beberapa fenomena alam yang mengikuti kejadian itu terus bermunculan.

Salah satunya di Desa Krondonan, Kecamatan Gondang yang tepat berada di lereng Gunung Pandan. Rekahan bumi dan dataran yang naik keatas masih dapat dilihat dengan jelas di beberapa titik yang ada di desa tersebut.

Tak hanya itu, salah satu lahan pertanian yang ada di Desa Krondonan ditemukan mengeluarkan gas yang mudah terbakar. “Ini muncul sejak tahun lalu, sangat mudah terbakar bila disulut menggunakan korek api,” kata Bambang, petani setempat.

Bojonegoropost sempat datang ke lokasi yang ada di sebuah tempat yang diberinama Lembah Klincengan itu. Dengan disaksikan oleh beberapa petani, Bambang membakar titik yang disebutnya sebagai sumber gas itu dengan korek api.

Benar saja, api dari korek yang dibakar dengan media pelepah pisang itu seperti meledak dan mendadak membesar. “Ini tembus ke dalam tanah,” tambahnya sambil menunjukkan titik lain berjarak setengah meter yang ternyata ikut sebentar mengeluarkan api.

Tak hanya itu, tak jauh dari titik gas tersebut juga terdapat titik-titik lainnya. “Kalau yang paling besar gasnya ya disini, kalau dititik lain lebih kecil. Gempa kemarin juga memindah sumber mata air,” jelasnya.

Bahkan ada satu titik sumber mata air baru yang rasanya panas dan meninggalkan jejak lumut berwarna kuning. Air yang keluar dari sumber baru itu langsung menuju ke areal pertanian warga. “Semoga nggak berpengaruh terhadap tanaman,” harap petani lainnya. (ramon pareno/red)

485total visits,0visits today

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open


Hotline red.bojonegoropost@gmail.com
Redaksi Perum Citra Permata Rajekwesi AA No 4, Ngumpakdalem, Dander, Bojonegoro

error: Maaf, halaman dilindungi