Press "Enter" to skip to content

Pak De Karwo Diberi Pena Emas oleh PWI

Bojonegoropost – Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, menerima penghargaan “Pena Emas” dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Predikat “cum laude” diberikan oleh 16 panelis, yang berasal dari jajaran pengurus, ketua dewan pengawas, dan dewan kehormatan PWI. Penghargaan tertinggi PWI tersebut diberikan karena Gubernur Soekarwo dinilai berjasa dalam pengembangan pers nasional, di antaranya membuka ruang publik yang luas bagi masyarakat serta penguatan peran pers.

Penghargaan diserahkan Ketua Umum PWI, Margiono, Kepada Gubernur Soekarwo, pada acara Penganugerahan Penghargaan Pena Emas PWI di Hall Dewan Pers, Jakarta, kemarin (1/2).

Dalam orasinya Pakde Karwo menyampaikan penghormatannya kepada jajaran pengurus, dewan penasehat, dan dewan pengawas PWI yang menginderai dirinya dalam berkomunikasi dengan pers. Menurutnya, penghargaan Pena Emas bukan hanya untuk dirinya, tetapi juga untuk masyarakat dan media Jatim. Sebab, komunikasi tidak sendiri, melainkan ada komunikator dan komunikan. “Kita ingin membangun peradaban yang baik dalam komunikasi,” ujarnya.

Pakde Karwo mengatakan jalinan baik perlu dilakukan dengan media atau wartawan. Tanpa ada komunikasi yang baik dengan kalangan pers, lanjutnya, sulit untuk menciptakan Jatim yang kondusif. Sementara, kondusifitas Jatim baik ekonomi, sosial, dan budaya sangat mempengaruhi Indonesia bagian timur dan tengah. Alasannya, posisi Jatim sangat mempengaruhi logistik dan konektivitas wilayah wilayah tersebut.

“Dengan memilik hubungan komunikasi yang baik atau bekerjasama dengan pers, maka akan didukung pemberitaan yang positif, sehingga demokrasi Indonesia timur dan tengah selalu terjaga keamanan dan kenyamanannya,” ungkapnya.

Peran penting media, lanjutnya juga dilihat dari fungsi kontrolnya. Sebagai contoh, pemberitaan beberapa hari terakhir di media Jawa Timur yang menyoroti mahalnya jalan tol-Surabaya, sehingga jalan tol tersebut sepi dan tidak mempengaruhi roda perekonomian. Dengan peran kontrolnya, maka Pemerintah akhirnya akan mengkaji kembali harga tol Surabaya-Kertosono yang dinilai publik mahal.

Dalam kesempatan sama, Pakde Karwo juga menjelaskan beberapa wujud hubungan baik dengan media, seperti penyediaan informasi sebagai kebutuhan pokok media. Antara lain, pengiriman siaran pers (rillis) ke redaksi media secara rutin, wawancara door stop di berbagai kesempatan, konferensi pers, dan dialog, dengan memberikan latar belakang sebuah permasalahan. Selain itu, kerjasama operasional media (pariwara), dengan tujuan agar media, terutama yang mainstream tetap eksis sebagai penyeimbang medsos. Juga mendukung penyelenggaraan uji kompetensi wartawan (UKW), mendukung kegiatan SIWO PWI Jatim, pers tour.

Berbagai kegiatan dilakukan untuk membuka ruang publik, yakni bekerjasama dengan media, termasuk media elektronik. Di antarnaya, dialog TV dengan acara cangkrukan, ajang wadul, obrolan issue oublik dan dialog-dialog khusus. Selain itu juga ada program sosialisasi di Radio Suara Surabaya dan RRI Surabaya, analisis konten media. (rilis prov jatim/red)

1644total visits,0visits today

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open


Hotline red.bojonegoropost@gmail.com
Redaksi Perum Citra Permata Rajekwesi AA No 4, Ngumpakdalem, Dander, Bojonegoro

error: Maaf, halaman dilindungi