Press "Enter" to skip to content

Visi Misi dan Program Kerja Paslon Pilkada Bojonegoro 2018

-1-
Mewujudkan Mandat Rakyat untuk Kabupaten Bojonegoro yang Tangguh dan Bersinergi

-2-
Melanjutkan
dan Memperkokoh Enam Pilar
Pembangunan Ekonomi 
Menuju Bojonegoro Joss Matoh

(Bojonegoro Orangnya Sehat, Sejahtera Dan Luar Biasa)

-3-
Pembangunan 
Kabupaten Bojonegoro
2018-2023


Beriman, Sejahtera, Berdayasaing
Ngayomi Ngopeni

-4-
Amanah, Loyal, Santun Ikhlas

Adil Sejahtera Layak Inovatif

Soehadi Moeljono dan Mitroatin

Sebuah daerah otonom dibentuk dengan maksud agar terwujud kesejahteraan masyarakatnya, melalui peningkatan pelayanan publik, pemberdayaan dan peran serta masyarakat, dan peningkatan daya saing daerah. Keterwujudan kesejahteraan warga, sama artinya dengan mendayagunakan ketangguhan warga dalam berhadapan dengan berbagai permasalahan di daerahnya. Tangguh dalam menghadapi krisis ekonomi dan sosial. Tangguh dalam mengelola keterbatasan sumber daya dan dana. Tangguh dalam mengatasi bencana dan kerentanan alam. 
 
Keberhasilan pembangunan daerah tidak lagi semata-mata menjadi milik, atau ditangani oleh seorang pemimpin, atau sekelompok orang. Pencapaian tujuan pembangunan daerah saat ini menuntut kebutuhan adanya kolaborasi, kerjasama, peran serta, partisipasi, oleh seluruh pihak yang berkepentingan, seluruh stakeholder, dalam sebuah sinerji. Sinerji dari seluruh kekuatan stakeholder daerah; tidak hanya dalam hal berbagi tenaga, berkontribusi sumber daya, atau pun saweran gagasan. Seluruh enerji yang dimiliki dan dibutuhkan bagi pencapaian Kesejahteraan Masyarakat harus dikerahkan, dikolaborasikan, di-SINERJI-kan. Dengan adanya Sinerji, proses pembangunan daerah yang Tangguh; tidak gampang lemah, tidak mudah luntur, tidak terburu-buru melempem, menjadi modal sosial yang kuat dan berharga.
 
Bojonegoro yang Tangguh dan Bersinerji dibutuhkan agar, menurut Kami, pembangunan daerah Bojonegoro, diatas dasar kekayaan sumber daya energi, dan sumber daya manusia, termasuk sumber daya hayati, baik yang dapat diperbaharui maupun yang tidak dapat diperbaharui, dapat menjadi kekuatan untuk mencapai Kesejahteraan Masyarakat Bojonegoro di masa kini, dan yang berkelanjutan, bagi generasi yang akan datang.
Keberhasilan dan berbagai pencapaian pembangunan daerah selama ini yang telah berlangsung, tidak menutup adanya kekurangan, kelemahan, kendala, dan ancaman, yang menjadi tantangan daerah. Dalam pandangan Kami, untuk mencapai tujuan pembangunan daerah, Bojonegoro saat ini dan dalam 5 (lima) tahun kedepan dihadapkan pada, setidak-tidaknya, dua Tantangan Besar, yakni: (1). Ketergantungan tinggi pada Sektor Migas dalam pertumbuhan ekonominya; dan (2). Gelombang disrupsi teknologi informasi dalam pemerintahan dan pembangunan daerah.
 
Tantangan Pertama: Ketergantungan tinggi kepada Sektor Migas dalam pertumbuhan ekonomi daerah, menurut hemat Kami, akan menimbulkan Kesenjangan Geografis, Kesenjangan SDM, dan Kesenjangan Produktivitas. 
 
Kesenjangan Geografis: Wilayah bagian utara Bojonegoro, yang dilalui oleh Sungai Bengawan Solo, selalu cenderung lebih maju dan lebih makmur daripada wilayah bagian selatan. 
 
Kesenjangan SDM: Daya serap yang sangat rendah dan sedikit dari Sektor Migas terhadap tenaga kerja Bojonegoro menjadi kontradiksi dengan kontribusi Sektor Migas tersebut terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Rendahnya serapan tenaga kerja tersebut menunjukan ketersediaan tenaga kerja daerah yang memenuhi mutu dan persyaratan yang sesuai dengan kebutuhan Sektor Migas sangat rendah. 
 
Kesenjangan Produktivitas: Sektor Migas menyumbang kontribusi besar kepada pertumbuhan ekonomi Bojonegoro, dilihat dari PDRB daerah. Berbeda sekali dengan Sektor Pertanian, yang menyumbangkan kontribusi kecil dan produktivitas rendah dalam pertumbuhan ekonomi, namun memiliki daya serapan tinggi terhadap sumber tenaga kerja. 
 
Tantangan Kedua: Gelombang disrupsi teknologi informasi dalam pemerintahan dan pembangunan daerah akan menjadi berkah, apabila segera diantisipasi dengan akomodasi aplikasi teknologi informasi. Dan dapat menjadi bencana, apabila diabaikan atau dilarang penggunaannya.
 
Disrupsi Pemerintahan: Pemerintahan berbasis elektronik, E-Government, telah mulai dijalankan di Bojonegoro, dengan keterlibatannya dalam skema kerja global, Open Government Indonesia. Tuntutan kesiapan kualitas SDM bagi aparatur sipil negara menjadi prioritas. Ketidaksiapan aparatur sipil negara di Bojonegoro untuk mengikuti paradigma dan platform kerja baru ini hanya akan menimbulkan disrupsi teknologi informasi yang membuat mandeg jalannya pemerintahan yang efisien dan efektif.
 
Disrupsi Pembangunan: Pembangunan daerah secara terbuka, dengan memanfaatkan teknologi informasi sebagai platform kolaborasi, menjadi ciri khas dan karakter kerja proses pembangunan saat ini. Kegagapan para pelaku pembangunan akan menyebabkan disrupsi pembangunan dan pelayanan publik; dalam menggunakan platform teknologi informasi ini, beserta logika berpikir dibaliknya yang bersifat terbuka, mengatasi batasan regulasi, berbasis inovasi (breakthrough dalam prosedur dan pencapaian output).
Kami percaya dan yakin, bahwa pembangunan wajib berorientasi pada Warga (Citizen Oriented Development) untuk mewujudkan daerah yang Tangguh dan Bersinerji. Keyakinan kami tersebut akan menjadi paradigma dan platform pembangunan daerah dan penyelenggaraan pemerintahan Bojonegoro untuk 5 (lima) tahun mendatang. Dalam pelaksanaannya, direalisasikan melalui 4 (empat, Catur) Dharma Pembangunan, Catur Dharma Bojonegoro, yang akan dijunjung tinggi, yang terdiri dari: (1). Dharma Keberlanjutan (Sustainability), atau melanjutkan hal lama yang baik, memperbaiki kondisi yang Kurang; (2). Dharma Kolaborasi (Collaboration), atau warga masyarakat sebagai shareholder, bukan hanya stakeholder; (3). Dharma Pelayanan (Service), atau setiap pelayanan publik berorientasi kepada kebutuhan dan kepentingan warga masyarakat; (4). Dharma Pertanggung-gugatan (Accountability), atau pelayanan publik oleh setiap aparat sipil negara wajib dipertanggungjawabkan dan dikoreksi secara terbuka oleh warga masyarakat sebagai shareholder. 
 
Dharma Keberlanjutan (Sustainability), atau melanjutkan hal lama yang baik, memperbaiki hal yang sudah ada yang kurang; dengan kata lain, pencapaian yang positif, bermanfaat bagi masyarakat, dan menjadi milestone pembangunan Bojonegoro yang telah dilakukan oleh Pemerintahan sebelumnya akan tetap dijalankan, dilanjutkan, bahkan ditingkatkan kualitasnya hingga ke tahap yang lebih matang dan berkelanjutan. Kelemahan dan kekurangan yang terjadi, ditemukan, yang dihadapi dan/atau belum diselesaikan oleh Pemerintahan sebelumnya, atau yang timbul sesudah usainya periode Pemerintahan sebelumnya, akan menjadi perhatian utama untuk diperbaiki, direvisi, dikoreksi, dan ditemukan pemecahan masalahnya, hingga tidak lagi berlanjut bagi pencapaian kesejahteraan masyarakat dalam periode Pemerintahan Kami, periode 2018 – 2023. 
 
Dharma Kolaborasi (Collaboration), atau masyarakat sebagai shareholder, bukan hanya stakeholder: dengan kata lain, hak kepemilikan atau saham pembangunan dan pemerintahan daerah harus menjadi milik warga masyarakat Bojonegoro. Warga masyarakat tidak lagi semata-mata sebagai penerima manfaat, obyek pembangunan, dan sasaran program. Warga masyarakat akan ditempatkan sebagai Shareholder dari pembangunan dan pemerintahan daerah, sehingga keterlibatan warga bersama-sama dengan aparatur sipil negara dan stakeholder daerah lainnya, secara kolaboratif dalam proses pembangunan dan pemerintahan merupakan faktor utama dan menentukan. 
 
Dharma Pelayanan (Service), atau setiap pelayanan publik adalah untuk dan milik warga masyarakat: dengan kata lain, pelayanan publik sudah sepatutnya berorientasi kepada kebutuhan dan kepentingan warga yang dilayani, sehingga keterbukaan setiap informasi yang dimiliki oleh setiap instansi layanan publik menjadi keniscayaan. Kami yakin, kualitas pelayanan publik akan meningkat seiring dengan partisipasi warga dalam menyampaikan penilaian, keluhan, dan aspirasi.
 
Dharma Pertanggung-gugatan (Accountability), atau penyelenggaraan pemerintahan daerah dan pelayanan publik yang disediakan oleh setiap aparat sipil negara dari tingkat desa hingga kabupaten, dan/oleh perusahaan yang ditetapkan untuk menyediakan pelayanan, wajib dapat dipertanggungjawabkan dan dikoreksi secara terbuka oleh warga masyarakat sebagai shareholder pembangunan daerah: dengan kata lain, setiap kegiatan oleh aparatur sipil negara dan/ atau perusahaan yang ditetapkan, wajib memiliki pertanggung-gugatan untuk menjamin kinerjanya berkualitas dan bekerja untuk kebutuhan dan kepentingan warga masyarakat Bojonegoro. 

Oleh karena itu, berdasarkan Catur Dharma Bojonegoro tersebut, Pemerintahan Kami, dalam amanah pembangunan daerah 5 (lima) tahun ke depan, 2018 – 2023, akan dipandu oleh sebuah VISI, yaitu:

 
TERWUJUDNYA BOJONEGORO YANG TANGGUH DAN BERSINERjI, UNTUK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN

Pembangunan Berkelanjutan, bermakna bahwa: 
  1. Pembangunan daerah di Bojonegoro wajib dilaksanakan untuk sebesar-besarnya kesejahteraan warga masyarakat dalam periode 5 (lima) tahun mendatang, dengan tidak boleh atau tanpa dengan mengorbankan pemenuhan kepentingan dan kebutuhan dari generasi masa depan. 
  2. Pembangunan daerah di Bojonegoro akan dilaksanakan secara bijaksana, melalui pengelolaan sumber daya daerah yang terbatas agar memiliki jaminan kesinambungan persediaannya bagi pelaksanaan pembangunan daerah. 
  3. Dalam setiap tahap pembangunan akan memberikan fondasi dan kekuatan memadai bagi tahap pembangunan daerah berikutnya agar daya tahan dan daya saing daerah dapat terbentuk dan meningkat. 
 
Kesejahteraan Masyarakat, berarti bahwa
  1. Pembangunan daerah Bojonegoro ditujukan bagi sebesar-besarnya kesejahteraan dan kemakmuran warga masyarakat, melalui pemenuhan hak dasar dan pelayanan publik. 
  2. Pembangunan daerah Bojonegoro wajib menciptakan warga masyarakat yang sejahtera, secara material dan non-material; sejahtera secara ekonomi, social, dan budaya; serta sejahtera secara Iman dan moral spiritual.
 
Bojonegoro yang Tangguh dan Bersinerji, bermakna bahwa: 
  1. Pembangunan daerah Bojonegoro dilakukan untuk mengembangkan, menguatkan, ketangguhan diri warga masyarakat, komunitas, dan lembaga/organisasi dalam menghadapi dan mengelola situasi perekonomian yang penuh persaingan, kondisi alam yang rentan bencana, dan keadaan moral yang sedang kritis. 
  2. Pengelolaan sumber daya daerah Bojonegoro yang terbatas, baik yang dapat diperbaharui maupun yang tidak dapat diperbaharui, dilakukan secara terpadu dan bersinerji, sehingga pembangunan daerah dilaksanakan dengan pendekatan lintas sektor (cross-cutting issues) dan menjangkau beragam tujuan (multi-purposes).
  3. Pembangunan daerah Bojonegoro dilakukan dengan bertumpu pada kualitas SDM warga masyarakat dan aparatur sipil negara yang kreatif, inovatif, efektif, dan efisien, melalui kerjasama, kemitraan, kolaborasi, atau sinerji diantara seluruh pemangku-kepentingan daerah.
 
Upaya untuk mewujudkan Visi “Terwajudnya Bojonegoro Yang Tangguh dan Bersinerji” itu akan ditempuh melalui TRI-MISI sebagai berikut:
  1. Meningkatkan perekonomian daerah berbasis pertanian, pariwisata, dan industri migas secara terpadu dan berkelanjutan;
  2. Meningkatkan kualitas SDM yang sehat, cerdas, dan berdaya saing;; dan 
  3. Meningkatkan tata pemerintahan yang responsif, terbuka, akuntabel, dan professional. 

Misi Pertama: Meningkatkan perekonomian daerah berbasis pertanian, pariwisata, dan industri migas secara terpadu dan berkelanjutan. 
Perekonomian daerah yang dibangun adalah perekonomian yang tangguh; berarti perekonomian daerah yang berbasis pada keunggulan di sektor pertanian, sektor pariwisata, dan sektor industri migas, yang terhubung secara geografis melalui jaringan infrastruktur dan moda transportasi yang sinerji. Jaringan infrastruktur yang menghubungkan pusat-pusat ekonomi, di sektor pertanian, pariwisata, dan industry migas; dan juga menghubungkan seluruh desa dengan jalan rakyat yang berbahan cor. Integrasi dan konektivitas pusat-pusat ekonomi tiga sektor unggulan tersebut, melalui jaringan infrastruktur jalan cor dan moda transportasi, akan mendorong pertumbuhan berbagai industri pendukung, di sektor jasa dan manufaktur. Pengembangan ekonomi tiga sektor unggulan itu dilakukan dengan menyediakan kemudahan pengurusan perijinan berbisnis. Kemudahan berbisnis secara terbuka dan bebas korupsi meningkatkan daya tarik investasi untuk berbisnis di Bojonegoro. Perekonomian daerah Bojonegoro juga mengutamakan pengaruh proyek-proyek pembangunan terhadap kualitas dan kelestarian lingkungan hidup yang nyaman, hijau, dan bersih; termasuk pembangunan Waduk Gongseng. Dengan pembangunan ekonomi yang berorientasi pada kelestarian lingkungan hidup memberi dampak pada kesiapan masyarakat dan lingkungan dalam memitigasi bencana.

Misi Kedua:
Meningkatkan kualitas SDM yang berbudaya, sehat, cerdas, dan berdaya saing melalui pelayanan publik bermutu prima.
Kualitas SDM yang dibangun, baik SDM warga masyarakat maupun SDM aparatur sipil negara, adalah SDM yang tangguh; yakni SDM yang memiliki kualitas untuk terlibat dalam persaingan ekonomi, yang sehat secara fisik dan biologis, yang cerdas secara intelektual, dan yang beriman secara spiritual. Pengembangan SDM tersebut dilakukan melalui penyediaan pelayanan publik yang professional dan berkualitas; yang cepat, tepat, ramah dan mudah/sederhana, dibidang pendidikan dan kesehatan. Kualitas SDM tenaga kerja daerah yang bermutu akan tersedia dan mampu berkompetisi dengan tenaga SDM dari luar daerah. Peningkatan kualitas SDM warga akan memperkuat daya tahan/ketangguhan modal sosial komunitas warga. Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dilakukan penjaminan penyediaan mutu fasilitas kesehatan (puskesmas dan rumah sakit kels III) secara gratis, dengan cukup menggunakan KTP (Kartu Tanda Penduduk). Peningkatan kualitas akses pelayanan pendidikan melalui penyediaan beasiswa dari jenjang pendidikan tingkat dasar hingga tingkat kesarjanaan; termasuk mendorong program satu desa, satu sarjana. Penguatan kebudayaan dan kesenian dilakukan melalui upaya-upaya terstruktur dalam mewujudkan wong Bojonegoro yang berkarakter.
 
Misi Ketiga:
Meningkatkan tata pemerintahan yang responsif, terbuka, akuntabel, dan professional. 
Peningkatan kualitas tata pemerintahan daerah yang dituju adalah tata pemerintahan yang sinerji; yakni tata pemerintahan yang professional dalam manajemen kinerja aparatur sipil negera dan penyediaan pelayanan publik. Pengembangan tata pemerintahan yang responsif terhadap keluhan dan aspirasi, yang terbuka terhadap permintaan informasi dan keterlibatan warga, yang akuntabel dalam setiap kebijakan dan pelayanan public, dan yang professional dalam perencanaan, pelaksanaan, penilaian, dan pelaporan kinerja aparatur sipil negara dan instansi lembaga. Termasuk didalamnya adalah penggunaan teknologi informasi dalam manajemen pemerintahan dan pelayanan publik.
Misi Pertama: Meningkatkan perekonomian daerah berbasis pertanian, pariwisata, dan industri migas secara terpadu dan berkelanjutan. 
Program Aksi Misi Pertama adalah: 
  1. Pembangunan jaringan infrastruktur jalan dan jembatan yang dipadukan dengan ketersediaan moda transportasi publik yang menjangkau seluruh desa, instansi layanan publik, dan terutama kawasan pertanian, pariwisata, dan industry migas; Program Jaringan Infrastruktur.
  2. Pembangunan jalan rakyat di seluruh desa berbahan cor beton; Program Jalan Desa Mulus.
  3. Pembangunan sarana dan prasarana jaringan listrik yang mengikuti perluasan dan pemerataan jaringan infrastruktur jalan; Program Kolaborasi jalan-Listrik.
  4. Pembangunan revitalisasi obyek wisata lama dan pembangunan destinasi wisata baru, yang memadukan situs-situs purba dengan pengembangan desa wisata kuliner, desa wisata pertanian, dan desa wisata industry migas; Program Wisata Terpadu. 
  5. Pembangunan desa berorientasi pada karakteristik khas sumber daya lokal dan/atau sumber daya potensial yang dapat menjadi unggulan desa, untuk menguatkan perekonomian desa dan/atau modal sosial budaya desa, sesuai kaidah one village, one product; Program Desa Tematik.
  6. Pembangunan desa dengan pemanfaatan dan kelengkapan teknologi informasi dalam penyelenggaraan pemerintahan desa dan pembangunan desa, salah satunya dengan memasang lokasi Free Wifi di tiap lokasi publik, seperti balai desa, taman desa, alun-alun desa, sekolah, puskesmas, dan destinasi wisata desa ; Program Smart Village.
  7. Pengenalan destinasi wisata dan produk khas Bojonegoro secara ekstensif dan intensif kepada komunitas internasional melalui pendekatan promosi internet dan promosi kreatif lain; Program Dolan Jonegoro
  8. Percepatan pembangunan waduk Gongseng, beserta jaringan sarana irigasi persawahan, yang dipadu dengan wisata air dan wisata kuliner; Program Air Untuk Semua
  9. Pelayanan perijinan untuk investasi dan usaha bisnis, serta pembentukan koperasi dan BUMDes, secara elektronik, yang mudah/sederhana, cepat, dan tepat: Program Satu Jam Selesai
  10. Pemeliharaan dan perbaikan sarana dan prasarana umum yang rusak secara cepat, rapi, dan tidak mengganggu aktivitas keseharian warga; Program Cepat Tanggap Pemeliharaan
  11. Peningkatan kemampuan tenaga petugas penyuluh pertanian, peternakan, perikanan, dan perkebunan yang sensitif dengan kebutuhan petani dan peternak, dan peduli dengan pengembangan produk turunan dan potensi wisata; Program Suluh Tani
  12. Pemberdayaan petani dan petani hutan melalui penguatan kelembagaan petani dan intensifikasi pertanian; Program petani kita
  13. Program sertifikasi tanah gratis untuk warga miskin; Program Sertifikat Gratis 
  14. Penyediaan jumlah tenaga petugas pertanian yang pro-aktif, dekat, dan responsif terhadap kebutuhan petani; 
  15. Percepatan pembangunan industri jasa dan manufaktur yang dapat meningkatkan nilai ekonomi komoditas pertanian, peternakan, perikanan, dan perkebunan; Program Bojonegoro Mandiri
  16. Penyediaan asuransi pertanian, bagi usaha dibidang pertanian, peternakan, perikanan, dan perkebunan; Program Asuransi Pertanian.
  17. 17.Peningkatan kemampuan bisnis bagi usaha Ultra-Mikro, terutama bagi perempuan dan ibu rumah tangga, dalam mengembangkan bisnis berbasis rumah tangga, yang memanfaatkan teknologi informasi; Program Ekonomi Rumahan.
  18. Pengembangan kualitas bisnis UMKM melalui insentif fiskal berupa penjaminan kredit perbankan dan non-perbankan; Program Jaminan UMKM.
  19. Peningkatan kemampuan bisnis koperasi desa melalui pemberian penyertaan modal dan pendampingan/bantuan marketing dan pengembangan produk; Program Koperasi Berdikari.
  20. Penguatan sarana dan prasarana pasar tradisional yang bersih, rapi, nyaman, dan indah, sehingga memiliki potensi wisata sesuai sejarah dan lokasinya; Program Pasar Indah
  21. Pengembangan kawasan ruang publik, dalam bentuk taman dan alun-alun, ditingkat desa dan kecamatan, sebagai ruang terbuka hijau untuk fungsi rekreasi keluarga, olahraga publik, dan wisata alam; Program Bojonegoro Hijau-Sehat.
  22. Penyediaan bantuan rumah layak huni bagi warga yang memiliki rumah yang tidak mampu direnovasi sendiri; Program Bedah Rumah.
  23. Pengembangan kemampuan manajerial, kelembagaan, dan bisnis dari BUMDesa; Program BUMDes Sehat.
  24. Penyediaan fasilitas sertifikasi dan hak paten atas produk dan komoditas unggulan daerah dan yang berorientasi ekspor: Program Paten Unggulan
  25. Penyediaan fasilitas sarana dan prasarana berbasis teknologi informasi bagi pengembangan pelaku usaha kreatif dan usaha skala start-up dalam satu lokasi: Program Mini Silicon Valley.
  26. Pembangunan sistem mitigasi bencana banjir tahunan di daerah terdampak, sepanjang Sungai bengawan Solo, melalui penguatan tanggul sungai, dan penyediaan aplikasi sistem informasi peringatan dini bencana yang terintegrasi; Program Ramah Bengawan. 
  27. Pengurangan risiko bencana melalui revitalisasi hutan lahan negara dan rakyat; Program Kuat
  28. Revitalisasi drainase perkotaan secara terpadu dan terintegrasi; Program Banjir Sehat
 
Misi Kedua: Meningkatkan kualitas SDM yang berbudaya, sehat, cerdas, dan berdaya saing melalui pelayanan publik bermutu prima
Program Aksi Misi Kedua adalah: 
  1. Penjaminan penyediaan mutu fasilitas pelayanan kesehatan (puskesmas dan rumah sakit kelas III) secara gratis, dengan cukup menggunakan KTP (Kartu Tanda Penduduk): Program KTP Sehat
  2. Pengembangan budaya kebersihan dan kesehatan desa, melalui kegiatan kerja bakti, gotong royong, sebulan sekali, di seluruh desa dan instansi layanan public; Program Bersih Desa
  3. Peningkatan kualitas akses pelayanan pendidikan melalui penyediaan beasiswa dari jenjang pendidikan tingkat dasar hingga tingkat kesarjanaan: Program Akses Pendidikan untuk Semua
  4. Peningkatan ketersediaan tenaga kerja terdidik ditingkat desa, melalui beasiswa pendidikan full tuition bagi warga usia belajar dari desa bersangkutan; Program Satu Desa Satu Sarjana. 
  5. Revitalisasi fungsi dan peran Posyandu sebagai fasilitas layanan kesehatan promotif dan edukatif; Program Posyandu Dusun
  6. Pengembangan fungsi dan peran Puskesmas dan Puskesmas Pembantu, termasuk Puskesmas Rawat Inap, serta RSUD Bojonegoro untuk memberikan layanan kesehatan paripurna kepada masyarakat; Program Bojonegoro Sehat.
  7. Penyediaan fasilitas mobil layanan multi-guna bagi kebutuhan darurat warga masyarakat di tiap desa; Program Mobil Multi-Guna.
  8. Peningkatan kualitas layanan pendidikan dan kesehatan, dengan partisipasi masyarakat melalui persetujuan warga penerima manfaat layanan dalam penentuan Standar Pelayanan dan Maklumat Pelayanan; Program Mutu Layanan
  9. Peningkatan kemampuan tenaga kerja lokal untuk memenuhi kebutuhan teknis industri migas dan  produk turunan/pendukungnya, bekerjasama dengan perusahaan industri migas: Program Tenaga Lokal
  10. Pengembangan pendidikan vokasi sektor pertanian, pariwisata, dan manufaktur secara ekstensif; Program Vokasi Unggulan
  11. Pengembangan pemanfaatan atau pengolahan sampah melalui pendekatan Reuse, Reduce dan Recycling, untuk sampah rumah tangga dan sampah industri, yang dapat dijadikan kembali sebagai produk siap pakai; Program Pakai Sampah.
  12. Pengembangan keterampilan soft skill berbasis teknologi informasi dan/atau sumber daya lokal secara gratis bagi warga desa yang belum bekerja: Program Semua Bekerja.
  13. Pemberian penghargaan bagi putra putri warga Bojonegoro yang berprestasi ditingkat provinsi, nasional, dan internasional, di bidang apapun; Program Bojonegoro Wasis. 
  14. Penyelenggaraan forum-forum kebudayaan dan kesenian daerah yang mengunggulkan karakter khas Wong Bojonegoro: Program Wong Bojonegoro
  15. Pembangunan balai-balai seni dan budaya sebagai wahana belajar seni dan budaya bagi warga masyarakat, untuk menyalurkan hobi atau melatih profesi: Program Seribu Balai.
 
Misi Ketiga: Meningkatkan tata pemerintahan yang responsif, terbuka, akuntabel, dan professional. 
Program Aksi Misi Ketiga adalah: 
  1. Penyediaan penghargaan atas prestasi aparatur sipil negera dalam melaksanakan tupoksinya secara kreatif, inovatif, efektif, dan efisien; Program Prestasi Pegawai.
  2. Penyediaan partisipasi warga dalam proses perencanaan pembangunan dan penganggaran kegiatan di desa dan kecamatannya secara terbuka melalui peningkatan e-musrenbang dan e-budgeting: Program E-Musrenbang dan E-Budgeting.
  3. Peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan melalui integrasi proses pembangunan daerah (perencanaan pembangunan, penganggaran APBD) berbasis platform yang mudah di akses dan diikuti oleh masyarakat. Program Bojonegoro Open Sistem
  4. Penyediaan kualitas layanan pengadaan barang dan jasa secara terbuka, jujur, bersih, dan bebas korupsi dan pungli berbasis open data; Program open dokumen kontrak.
  5. Penyediaan Road Map Reformasi Birokrasi yang terukur dan terintegrasi dengan RPJMD dan RKPD, serta menjadi acuan perencanaan kerja dan penilaian kinerja aparatur sipil negara; Program Road Map RB.
  6. Peningkatan penyediaan saluran dan mekanisme pengaduan pelayanan publik dan aspirasi pembangunan daerah melalui aplikasi online dan offline, yang mudah diakses dan terhubung dengan media social (facebook, twitter, Instagram, dan lain-lain), dan terhubung juga dengan SP4N (Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional) yang dikelola oleh Kantor Staf Presiden, Ombudsman RI, dan Kemen PAN-RB; Program Lapor Pak’e.

Mahfudhoh dan Kuswiyanto

Bojonegoro yang damai, sejahtera berkeadilan dan berkelanjutan

Mewujudkan wong jonegoro yang lebih sehat, lebih cerdas, lebih produktif dan lebih bahagia.

Pilar Ekonomi; 
Memacu pertumbuhan ekonomi Bojonegoro dengan: Memantapkan posisi Bojonegoro sebagai lumbung pangan dan energy, memperkuat industri manufaktur terutama yang padat karya dan industri keatif. 

Hal ini ditempuh dengan cara, antara lain:
  1. Pembangunan sektor pertanian dalam arti luas (termasuk peternakan, perikanan, perkebunan dan sekitar kawasan hutan) dengan mengutamakan insentifikasi pertanian dan perbaikan kelembagaan pertanian sesuai prinsip gotongroyong
  2. Mendorong investasi pedesaan khususnya bidang Agro Industri utamanya yang berbahan baku local dan menggunakan tenaga kerja local
  3. Mendorong tumbuhnya industry kreatif dan UMKM
  4. Revitalisasi Koperasi
  5. Mendorong tumbuhnya industry pariwisata 
  6. Melanjutkan program infrastruktur mantab antar kecamatan dan antar desa strategis
  7. Memasukkan aspek seni dalam pembangunan infrastruktur Bojonegoro

Pilar Pembangunan Lingkungan Hidup: 
Membangun daya tahan lingkungan hidup Bojonegoro agar menjadi tempat hidup yang aman, nyaman, produktif dan membahagiakan.

Hal ini ditempuh dengan cara, antara lain:
  1. Penguatan pengelolaan manajemen dan mitigasi bencana
  2. Pelestarian lingkungan hidup dan hidup harmoni dengan alam
  3. Penguatan pendidikan lifing harmony with dissarter.

Pilar Pembangunan Sosial dan Sumber Daya Manusia:
Memperkuat Modal sosial rakyat Bojonegoro (toleran, gotong royong, ulet dan saling percaya) dan Memperkuat dan mempercepat terwujudnya sumberdaya manusia Bojonegoro yang terampil, berdaya saing dan berkaraktet luhur. 

Hal ini ditempuh dengan cara, antara lain:
  1. Perluasan akses dan kualitas pendidikan usia dini yang memadai,
  2. Meningkatnya kuantitas dan kualitas pelatihan vokasional
  3. Meningkatnya kualitas kesehatan rakya : Menyempurnakan kebijakan yang telah berjalan
  4. Melanjutkan program Beasiswa untuk anak SLTA dan mahasiswa Bojonegoro berbakat dari keluarga kurang mampu, dan beasiswa pendidikan vocasional.
  5. Meningkatkan relevansi pendidikan dengan dunia usaha
Mendorong anak anak muda Bojonegoro berjiwa entepreneur dan meningkatkan kapasitasnya.

Pilar Kebijakan Fiskal
Untuk memastikan bahwa Pemkab akan menjadi solusi atas masalah rakyat.

Hal ini ditempuh dengan cara, antara lain:
  1. Memantapkan implementasi kebijakan fiskal money follow problem, money for solution dan solusi untuk membangunan berkelanjutan yang transparan, akuntabel dan patnership. 
  2. Menguatkan dan memastikan efektifitas pembentukan dan penggunaan dana publik
  3. Modal pada perbangkan dan dana abadi untuk pengembangan SDM.

Pilar Pemerintahan dan Kepemimpinan: 
Peran Pemerintah masih sangat kuat, point satu hingga empat tidak dapat terwujud tanpa adanya Pembangunan Reformasi Birokrasi dan Kepemimpinan Transformatif. Peningkatkan birokrasi Pemkab Bojonegoro yang melayani dengan cepat, tepat dan bermanfaat dengan menerapkan semangat keterbukaan, partnership dan partisipasi atau pelibatan aktif warga dalam proses pembangunan baik secara langsung maupun pemanfaatan teknologi informasi. 

Hal ini ditempuh dengan cara, antara lain:
  1. Penguatan program aksi Open Goverment Partnership Revolusi Data untuk memastikan seluruh masalah rakyat dapat diketahui
  2. Penguatan program aksi Open Goverment GDSC 
  3. Penguatan program aksi Open Goverment di tingkat desa, transparansi dan efektifitas pengelolaan keuangan
  4. Penguatan program aksi Open Goverment Open Data Contract 
  5. Penguatan program aksi Open Goverment Standart dan peningkatan layanan kesehatan, pendidikan dan perizinan

Bahwa dalam rangka mendukung kebijakan ini maka akan penguatan sistem seleksi dan promosi akan dilakukan dengan cara yang transparan dan melanjutkan kebijakan perbaikan pendapatan yang dikaitkan dengan tingkat kepuasan publik.

Anna Muawanah dan Budi Irawanto

Menjadikan Bojonegoro sebagai Sumber Ekonomi Kerakyatan untuk Terwujudnya Masyarakat yang Beriman, Sejahtera dan Berdaya Saing

Dalam mewujudkan visi Kabupaten Bojonegoro tahun 2018 -2023 dituangkan kedalam 7 (tujuh) misi yang disbeut dengan Pitutur Bojonegoro, yaitu:

  1. Mewujudkan tata kehidupan sosial yang berlandaskan nilai-nilai religius dan kearifan lokal
  2. Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan dan bertanggungjawab.
  3. Mewujudkan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berkelanjutan
  4. Mewujudkan rasa aman dan keberpihakan bagi perempuan, anak, penyandang disabilitas, serta kaum dhuafa.
  5. Mewujudkan peningkatan kesejahteraan berbasis ekonomi kerakyatan dan ekonomi kreatif.
  6. Mewujudkan daya saing ekonomi daerah berbasis potensi lokal.
  7. Mewujudkan pembangunan infrastruktur yang merata dan ramah lingkungan.
Sumber Ekonomi Kerakyatan
  1. Pembangunan Bojonegoro berlandaskan kekuatan ekonomi kerakyatan, dimana rakyat diberi kesempatan yang sama dan proposional untuk berpartisipasi dalam mengembangkan potensi unggulan.
  2. Pembangunan Bojonegoro dengan arah kebijakan dan strategi yang berpihak pada kepentingan rakyat dengan pronsip pemerataan, keadilan, kemanfaatan, kesejahteraan, dan kemandirian ekonomi,
  3. Pembangunan Bojonegoro berlandaskan pilar Ngayomi Ngopeni bagi seluruh lapisan rakyat untuk meningkatkan kesejahteraannya secara nyata.
Bojonegoro Beriman
  1. Pembangunan Bojonegoro dilaksanakan berlandaskan nilai-nilai religius dan kearifan lokal.
  2. Pembangunan Bojonegoro dilaksanakan oleh aparatur pemerintah dengan menciptakan tata kelola pembangunan yang bersih, transparan dan bertanggung jawab.
 
Bojonegoro Sejahtera
  1. Pembangunan Bojonegoro dilaksanakan dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berkelanjutan.
  2. Pembangunan Bojonegoro dilaksanakan dengan memberikan rasa aman dan keberpihakan bagi perempuan, anak, penyandang disabilitas, serta kaum dhuafa.
  3. Pembangunan Bojonegoro dilaksanakan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan berbasis ekonomi kerakyatan dan ekonomi kreatif.
 
Bojonegoro Berdaya Saing
  1. Pembangunan Bojonegoro dilaksanakan dengan meningkatkan daya saing ekonomi daerah berbasis potensi lokal.
  2. Pembangunan Bojonegoro dilaksanakan dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas pembangunan infrastruktur yang merata dan ramah lingkungan.
Ngayomi
Pemimpin dan aparatur pemerintah memberikan perlindungan, pelayanan dan rasa tenteram kepada warganya yang telah memberikan mandat dan tanggungjawab dalam menjalankan roda pemerintahan.
 
Ngopeni
Pemimpin dan aparatur pemerintah harus mampu menjaga, merawat, melayani, dan melaksanakan pembangunanberdasarkan skala prioritas dan prinsip pemerataan dalam mewujudkan kesejahteraan warganya.
Sasaran pembangunan Kabupaten Bojonegoro tahun 2018 – 2023 sebagai berikut:
  1. Meningkatnya kehidupan sosial masyarakat yang aman, nyaman, dan tertib berlandaskan nilai-nilai religius dan kearifan budaya lokal.
  2. Meningkatnya kinerja pelayanan publik melalui penyelenggara pemerintah yang bersih, transparan dan bertanggungjawab.
  3. Meningkatnya kapasitas dan kualitas sumber daya manusia melalui: Pendidikan yang berkualitas, Pelayanan kesehatan yang terjangkau dan berkualitas, Peningkatan kualitas air bersih dan sehat, Pemberdayaan potensi pemuda, Sarana dan pra sarana olah raga yang mendukung pencapaian prestasi olah raga.
  4. Meningkatnya kualitas hidup dan perlindungan dalam rangka pengarusutamaan terhadap perempuan, anak, penyandang disabilitas, serta kaum dhuafa.
  5. Meningkatnya kesejahteraan hidup masyarakat melalui: Penciptaan dan perluasan kesempatan kerja, Penciptaan wirausaha mandiri, Stabilisasi ketersediaan pangan. pengolahan hasil produksi pertanian agrobisnis dan kehutanan, Perwujudan Bojonegoro sebagai tujuan wisata, Pengembangan ekonomi kreatif produk unggulan lokal, Fasilitasi sertifikasi dan hak paten.
  6. Meningkatnya pertumbuhan ekonomi daerah melalui: Penciptaan iklim usaha yang kondusif bagi pelaku usaha, Kemudahan memperoleh akses permodalan, Kualitas kelembagaan BUMDes dan koperasi, Pengolahan hasil produksi peternakan kelautan dan perikanan, Pengembangan industri olahan yang menyerap padat karya, Penyediaan sumberdaya listrik secara merata.
  7. Meningkatnya kuantitas dan kualitas infrastruktur fisik yang merata untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berbasiskan ekologi lingkungan dan tata ruang wilayah.
  1. Pemberian Kartu Bojonegoro Pintar bagi siswa miskin.
  2. Pemberian beasiswa bagi siswa miskin berprestasi
  3. Gerakan pemuda mengajar
  4. Peningkatan sarana prasarana gedung dan ruang kelas sekolah
  5. Pemberian beasiswa pendidikan bagi tenaga pendidik berprestasi
  6. Pemberian insentif kinerja bagi tenaga pendidikan tidak tetap
  7. Peningkatan sarana Polindes dan klinik/pos pelayanan KB di tiap Desa/Kelurahan
  8. Pemberian beasiswa pendidikan bagi tenaga kesehatan berprestasi
  9. Pemberian insentif kinerja bagi tenaga kesehatan tidak tetap, petugas penyuluh KB dan petugas lapangan KB
  10. Penyediaan sarana prasarana pendukung wirausaha muda mandiri
  11. Pemberian kemudahan akses permodalan wirausaha muda mandiri
  12. Penyediaan sarana dan prasaran pusat kreativitas pemuda (pasar seni)
  13. Peningkatan event olah raga di Bojonegoro
  14. Pemberian insentif kinerja bagi pelatih berprestasi
  15. Pemberian reward bagi atlit berprestasi
  16. Peningkatan sarana dan prasarana publik yang aman dan ramah lingkungan bagi perempuan dan anak di setiap Desa/Kelurahan
  17. Pemberian fasilitas taman baca dan ruang terbuka ramah anak (RTRA)
  18. Peningkatan perbaikan sarana dan prasarana dan fasilitas kemudahan berwirausaha bagi perempuan
  19. Pemberian fasilitas sarana dan prasarana woman crisis centre di tiap desa/kelurahan bagi perempuan dan anak
  20. Peningkatan perlindungan terhadap perempuan dan anak dari berbagai tindak kekerasan dan eksploitasi
  21. Peningkatan sarana dan prasarana publik bagi penyandang disabilitas di setiap desa/kelurahan
  22. Peningkatan kemandirian penyandang disabilitas melalui dukungan pengembangan wirausaha mandiri
  23. Pemberian fasilitas pemenuhan kebutuhan dasar bagi kaum dhuafa dengan Kartu Bojonegoro Sejahtera
  24. Penyelenggaraan festival dan pusat budaya untuk mengangkat keberadaan komunitas adat
  25. Peningkatan pendidikan aparatur berprestasi melalui beasiswa
  26. Peningkatan kesejahteraan aparatur berdasarkan evaluasi kinerja tupoksi
  27. Peningkatan fasilitas sarana dan prasarana layanan publik dan perijinan terintegrasi satu gedung
  28. Penyediaan fasilitas sistem informasi data pembangunan yang akurat dan terintegrasi
  29. Peningkatan kemudahan layanan legalitas administrasi kependudukan
  30. Peningkatan sarana dan pra sarana tempat ibadah
  31. Peningkatan sarana dan pra sarana pendidikan agama non formal
  32. Pemberian dana insentif bagi tenaga pendidikan agama non formal
  33. Peningkatan event seni budaya lokal
  34. Peningkatan fasilitas sanggar budaya daerah
  35. Peningkatan sarana dan pra sarana situs budaya unggulan daerah
  36. Penurunan angka kriminalitas dan penyakit sosial masyarakat melalui CCTV di jalan utama dan pemukiman
  37. Peningkatan penciptaan lapangan dan kesempatan kerja sektor formal melalui Bursa Kerja Bojonegoro
  38. Peningkatan kuantitas dan kualitas wira usaha mandiri
  39. Peningkatan surplus ketersediaan stok pangan sektor pertanian dan perkebunan
  40. Penyaluran Raskin tepat sasaran, tepat waltu dan didukung data yang akurat
  41. Peningkatan kualitas dan kuantitas hasil produksi pertanian dan agrobisnis yang menjadi unggulan daerah
  42. Pengembangan hasil produksi olahan pertanian dan agrobisnis dengan penggunaan tekhnologi tepat guna
  43. Pengembangan kerjasama (G to G/G to B) usaha pengolahan pertanian dan agribisnis produk unggulan daerah
  44. Pengembangan hasil produksi olahan peternakan, perkebunan dan perikanan
  45. Peningkatan sarana dan pra sarana destinasi wisata
  46. Peningkatan kegiatan promosi destinasi wisata Bojonegoro
  47. Pemberian fasilitas sarana dan pra sarana pelaku usaha wisata
  48. Pengembangan berbagai event seni dan budaya yang menjadi ciri unggulan lokal
  49. Peningkatan kualitas pelaku usaha kreatif di setiap kecamatan
  50. Peningkatan fasilitas sarana dan pra sarana pelaku usaha kreatif secara berkala
  51. Pemberian fasilitas sertifikasi dan hak paten produk unggulan daerah
  52. Peningkatan kerjasama multistakeholder untuk mempermudah akses pemasaran produk UMKM
  53. Penyelenggaraan rutin pameran dan mengikutkan ajang promosi produk UMKM pada segala tingkatan
  54. Pemberian kemudahan BUMDes dalam pengurusan legalitas kelembagaannya
  55. Membangun kerjasama multi stakeholder untuk mempermudah akses pemasaran produk BUMDes
  56. Pengembangan tekhnologi tepat guna untuk peningkatan produk ekspor unggulan daerah
  57. Peningkatan dan pengembangan sarana pra sarana pasar tradisional
  58. Penguatan akses permodalan bagi pedagang kecil dan eceran
  59. Pemberian fasilitas kemudahan dan penyederhanaan perijinan industri olahan padat karya
  60. Pemberian prioritas peningkatan fasilitas sarana dan pra sarana jaringan listrik dengan memperhatikan asas pemertaaan wilayah
  61. Peningkatan kemudahan koperasi dalam pengurusan legalitas kelembagaannya
  62. Pemberian stimulus kemudahan akses permodalan koperasi
  63. Peningkatan panjang dan permukaan jalan
  64. Peningakatan jumlah sarana dan prasarana irigasi, embung dan waduk
  65. Pengembangan dan penataan pemanfaatan ruang
  66. Peningkatan rumah layak huni bagi rakyat miskin
  67. Penyediaan sarana pra sarana transportasi udara
  68. Peningkatan sarana pra sarana pengaduan masyarakat berbasis aplikasi/sistem informasi
  69. Peningkatan sarana prasarana jaringan internet berbasis desa (free wifi di Balai Desa/Kelurahan)
  70. Peningkatan jumlah tanaman pohon (Green Bojonegoro)

Basuki dan Pudji Dewanto

RPJPD Bojonegoro 2005 -2025 dan RPJMD Bojonegoro 2013 -2018.
“Terwujudnya Bojonegoro sebagai Lumbung Pangan dan Energi Negeri yang Produktif, Berdaya Saing, Adil, Sejahtera, Bahagia dan Berkelanjutan”
– Perda No 8 Tahun 2017 –
Amanah – Santun – Loyal – Ikhlas
Aspek kepemimpinan menjadi penting sebagi penopang utama dalam memimpin Bojonegoro. Karena dari aspek kepemimpinan tersebut diambil dari nilai-nilai ketauladanan dan integritas.
 
Adil – Sejahtera – Layak – Inovatif
Hadirnya pemimpin demokratis dari sebuah proses mandat rakyat sesungguhnya membawa cita-cita dan harapan yang ingin diwujudkan bagi masyarakat Bojonegoro.

Mewujudkan Bojonegoro Adil, Sejahtera, Layak dan Inovatif

Menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih dengan memberikan layanan publik tanpa diskriminasi

Menciptakan pembangunan yang partisipatif dan berkelanjutan sebagai fondasi kesejahteraan yang berkeadilan

Menciptakan kemandirian ekonomi memberikan kesempatan kerja inovasi ditunjang kualitas sumber daya manusia berdaya saing

Mencetak dan menciptakan tumbuhnya generasi masa depan yang berpegang pada nilai-nilai agama, budi luhur dan sosial
Transparansi dan akuntabilitas pengelolaan aparatur pemerintah daerah serta pengelolaan keuangan alokasi anggaran daerah

Peningkatan sarana dan pra sarana layanan dasar bagi masyarakat

Peningkatan aksesbilitas terhadap layanan dasar bagi masyarakat miskin

Meningkatkan kualitas SDM melalui layanan pendidikan, kesehatan, kependudukan dan kebutuhan sosial dasar lainnya

Meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan memaksimalkan sumber daya yang ada di daerah dengan berbasis pada pemberdayaan masyarakat

Meningkatkan kualitas dan kuantitas infrastruktur di Bojonegoro

Menciptakan iklim investasi yang kondusif agar dapat menunjang pertumbuhan ekonomi dan sekaligus menciptakan peluang kerja

Mengembangkan dan meningkatkan BUMD agar dapat memberikan kontribusi maksimal bagi PAD

Meningkatkan peran aktif masyarakat dan pelaku usaha di segala sektor
Pendidikan
  1. Perbaikan fasilitas dan sarana pendidikan
  2. Pendidikan gratis untuk sekolah dasar dan menengah
  3. Beasiswa berprestasi untuk SLTA
  4. Mengoptimalkan sekolah kejuruan untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja dunia usaha
  5. Beasiswa ke luar negeri dan dalam negeri di bidang Migas untuk 100 lulusan terbaik
  6. Mengembangkan pendidikan vokasi
  7. Pemberian insentif bagi tenaga pendidikan Islam (RA, MI, MTs, TPQ, dan Madin)
 
Kesehatan
  1. Peningkatan fasilitas dan sarana kesehatan bagi masyarakat
  2. Proteksi biaya kesehatan (BPJS) untuk masyarakat yang didasarkan pada tingkat kemiskinan
  3. Pengobatan gratis penduduk ber KTP Bojonegoro untuk rawat inap kelas 3
  4. Optimalisasi kegiatan Posyandu untuk memberikan jaminan kesehatan ibu dan anak
 
Kependudukan
  1. Layanan kependudukan mudah dan cepat secara maksimal
  2. Pemberian bantuan sosial untuk kematian
 
Layanan Umum Dasar Lainnya
  1. Peningkatan dan perbaikan sarana ibadah untuk menumbuhkan kerukunan umat beragama
  2. Peningkatan dan penataan sanitasi rumah tangga
  3. Peningkatan dan penataan fasilitas sosial sebagai pusat kegiatan masyarakat
  4. Peningkatan iklim olah raga dan kesenian berbasis partisipatif
 
Ekonomi
  1. Kemudahan layanan perijinan bagi pelaku usaha
  2. Pembinaan berbasis pemberdayaan partisipatif serta pemberian insentif bagi pelaku usaha kecil
  3. Mendorong program produk unggulan berbasis wilayah (Kecamatan/Desa) sebagai kemandirian ekonomi
 
Pertanian dan Kehutanan
  1. Meningkatkan sektor pertanian dengan penyuluhan, pengadaan pupuk (organik), pengadaan alat pertanian dan pengadaan kredit bergulir pada setiap kelompok tani
  2. Memaksimalkan program perhutana sosial bagi masyarakat di sekitar hutan dengan bekerjasama dengean Kementerian Lingkungan Hidup dan Perum Perhutani
  3. Programpemberdayaan masyarakat pada kawasan hutan dengan program Kelompok Tani Hutan, program sertifikat hak pakai dalam kaitannya kehutanan sosial
 
Tata Ruang dan Infrastruktur
  1. Peningkatan akses transportasi bagi masyarakat (jalan dan jembatan) secara terukur dengan mengacu pada skala prioritas untuk meningkatkan aksebilitas masyarakat terhadap pusat pertumbuhan ekonomi, pusat layanan publik pemerintah.
  2. Evaluasi dan perubahan tata ruang wilayah dengan kesesuaian perkembangan pembangunan.

Sumber: Naskah visi misi pasangan calon Pilkada 2018 dari infopemili kpu

1751total visits,0visits today

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open


Hotline red.bojonegoropost@gmail.com
Redaksi Perum Citra Permata Rajekwesi AA No 4, Ngumpakdalem, Dander, Bojonegoro

error: Maaf, halaman dilindungi