Press "Enter" to skip to content

PWI Bojonegoro Ajak Lebih Bijak Memanfaatkan TI

Bojonegoropost – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bojonegoro, Sasmito Anggoro menegaskan bahwa langkah organisasinya dalam mendampingi pelaporan kasus dugaan pencemaran nama baik profesi jurnalis, adalah demi memberikan edukasi pada pengguna internet, khususnya jejaring sosial.

“Ini tidak hanya berlaku bagi terlapor, semoga dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak,” katanya (24/04).

Ia menambahkan, bahwa dirinya selaku Ketua PWI Bojonegoro membenarkan bahwa telah melakukan pendampingan untuk pihak korban atau terlapor. “Langkah organisasi sudah jelas, secara nyata melakukan pendampingan. Karena bagaimanapun, kami ini se profesi,” tambahnya.

Secara eksplisit Sasmito mengaku juga telah diberi saran untuk menempuh jalur kekeluargaan. “Namun sebelumnya khan, secara organisasai memang belum pernah bertemu dengan terlapor. Tadi kami telah bertemu dan sedikit berdialog,” jelasnya.

Dari dialog yang dilakukan, Sasmito menyatakan bahwa terlapor ternyata kurang paham mengenai perbedaan istilah. Ia menyebutkan bahwa terlapor menganggap bahwa jurnalis adalah para netizen yang menggunakan dan mengunggah sesuatu di jejaring sosial.

Bahkan, kedepan PWI Bojonegoro berencana akan lebih membuka ruang untuk memberikan edukasi bagi para pengguna internet, khususnya yang aktif di sosial media. “Sebenarnya ada yang namanya jurnalis warga, atau lebih dikenal dengan sebutan citizen jurnalisme. Kalau jurnalis, jelas dalam KBBI disebutkan bahwa mereka adalah yang pekerjaannya mengumpulkan dan menulis berita dalam surat kabar dan sebagainya atau wartawan,” terangnya.

Ia mengajak, agar semua pengguna internet khususnya jejaring sosial dapat lebih bijak dalam memanfaatkan kemajuan teknologi. “Sudah ada rambu-rambunya, kita tinggal mengikuti saja,” tambahnya.

Langkah kedepan PWI Bojonegoro dalam permasalahan ini adalah bagaimana agar tak berlarut-larut dan menimbulkan kegaduhan. “Yang jelas, saya bersama rekan-rekan lain sudah ikut konsisten melakukan pendampingan. Bila memang itu kemudian diserahkan pada organisasi, maka kami akan membahasnya di internal organisasi,” pungkasnya.

Sebelumnya, beredar cuplikan layar unggahan seorang netizen dalam sebuah group facebook. Cuplikan layar yang diduga berisi konten pencemaran itu kemudian dilaporkan oleh salah satu pekerja pers di Bojonegoro dengan didampingi oleh Ketua PWI Bojonegoro. (ramon pareno/red)

988total visits,0visits today

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open


Hotline red.bojonegoropost@gmail.com
Redaksi Perum Citra Permata Rajekwesi AA No 4, Ngumpakdalem, Dander, Bojonegoro

error: Maaf, halaman dilindungi