Press "Enter" to skip to content

Visi Misi Paslon Pilgub Jatim 2018

Cagub:
Khofifah Indar Parawansa
Cawagub:
Emil Elestianto Dardak

Demokrat, Nasdem, PAN, Hanura, Golkar, PPP

Jawa Timur, Sokogurunya Nusantara

  • Jawa Timur adalah salah satu sumber mata air dari cita-cita menjadi Indonesia. Sebuah negara berbentuk Republik yang hadir dengan cisi untuk merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Oleh sebab itu, nafas kepemimpinannya harus sejalan dengan cita-cita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang memanusiakan warganya dan menghadirkan keadilan bagi seluruh rakyatnya.
  • Jawa Timur adalah rumah awal dari ikhtiar membangun kebersamaan politik dalam kesatuan geopolitik Nusantara. Ikhtiar tersebut merentang mulai dari ikrar Sumpah Palapa Gajah Mada untuk menyatukan negeri, perjuangan HOS Tjokroaminoto mendidik para pemimpin intelektual untuk mencintai rakyatnya, sampai dengan lahirnya fajar kemerdekaan Indonesia yang dibacakan oleh Soekarno. Oleh karena itu, Jawa Timur harus dipimpin oleh pemimpin yang memiliki keberanian menghadapi tantangan, memiliki kompetensi dalam menjalankan kebijakan, dan memiliki komitmen untuk menjaga persatuan.
  • Jawa Timur adalah hati didalam anatomi tubuh Republik Indonesia. Sebuah wilayah dimana ketika Republik Indonesia memanggil komitmen anak negeri untuk membela kedaulatan, seluruh warga Jawa Timur memberikan hati dan hidupnya yang terekam dalam pertempuran 10 November. Sebagai hatinya Republik Indonesia,ia harus melayani warganya, menuntaskan kerja untuk mengurangi ketimpangan sosial didalamnya, menjaga bumi, air dan kekayaan alam berdasarkan prinsip keseimbangan ekologis dan menemani warganya untuk bisa tersenyum dengan kesejahteraan yang diperoleh bagi diri dan keluarganya.
    Jawa Timur adalah lautan bertemunya dua aliran mata air yang menghidupi spirit kebangsaan di Indonesia. Yakni mata air aliran nasionalis abangan serta aliran nasionalis santri. Dengan demikian ia harus menjaga kerukunan dan keseimbangan politik sehingga dua aliran mata air tersebut tetap secara dinamis menghidupi spirit kebangsaan kita.
    Untuk memastikan terwujudnya semua hal tersebut, keputusan ada ditangan kita! Kita yang dapat memberi harga bagi pengorbanan yang telah dilakukan dimasa lalu, memastikan arah pembangunan saat ini dan mewariskan Jawa Timur untuk generasi penerus kita!

VISI
Terwujudnya masyarakat Jawa Timur yang sejahtera, seimbang, unggul dan berakhlak dengan tata kelola pemerintahan yang partisipatoris, inklusif, dan menghargai nilai-nilai kemanusiaan.

MISI
Membangun insan Jawa Timur secara utuh dengan mendayagunakan seluruh potensi melalui pembangunan sektor kebudayaan, pendidikan, dan kesehatan dengan dilandasi oleh kearifan lokal yang berbasis pada nilai-nilai kesantrian, keagamaan dan kebudayaan.


Membangun ekonomi berbasis gotong royong sehingga tercapai keadilan dan kesejahteraan yang menjangkau semua lapisan serta mendorong keberpihakan terhadap sektor ekonomi kecil dan menengah yang sinergis dengan kekuatan ekonomi yang lebih besar.


Membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, terbuka, dan partisipatoris sehingga terwujud kebijakan yang inklusif, di atas landasan kepemimpinan yang meritokratik, inovatif, tegas dan mengayomi.
Memperkuat demokrasi kewargaan untuk menghadirkan ruang sosial yang menghargai pronsip kebhinekaan.


Mewujudkan pembangunan yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan untuk menjamin keselarasan ruang ekologi, ruang sosial, ruang ekonomi, dan ruang budaya.

  • Kontekstual: Tidak ada faktor monolitik yang menjadi penyebab sebuah masalah. Tidak ada satupun formula tunggal untuk menyelesaikan seluruh masalah. Penyelesaian setiap problem harus dilakukan berdasarkan konteks dan kebutuhan spesifik setiap subjek/kasus.
  • Partisipatoris: Negara adalah instrumen untuk melayani kebutuhan wraga negara. Agen sesungguhnya dalam proses pembangunan adalah rakyat. Setiap kebijakan pembangunan harus melibatkan masyarakat secara aktif.
  • Keseimbangan: Kebijakan pembangunan yang berorientasi pada manusia harus mengakui keutuhan dan keseimbangan antara jasmani dan ruhani, keseimbangan sosial-ekonomi, sosial-budaya, dan ekologis.
  • Mendayagunakan seluruh potensi untuk mewujudkan manusai Jawa Timur yang berakhlak, unggul, dan berdaya saing.
    Mengembangkan kebijakan yang berpihak pada kelompok rentan, seperti, perempuan, lansia, difabel, anak, masyarakat miskin, dan orang berkebutuhan khusus.
  • Menyiapkan dan membangun generasi muda yang tangguh, aktif, kreatif, dan inovatif.
  • Membangunan kesalehan sosial melalui penguatan nilai-nilai keagamaan dan kebudayaan menuju masyarakat yang toleran, saling menghormati dan bergotong royong.
  • Memperkuat pertumbuhan dan pemerataan ekonomi sebagai penopang pembangunan ekonomi Indonesia.

Membangun Ekonomi yang Berkadilan dan Menyejahterakan

  • Memfasilitasi pertumbuhan dan pemerataan ekonomi melalui strategi indistrialisasi ekonomi yang sejalan dengan penciptaan agropolitan dan aglomerasi (zona pertumbuhan ekonomi) berdasarkan keunggulan dan potensi wilayah.
  • Mendorong pariwisata berbasis partisipasi rakyat, potensi alam dan kearifan lokal yang saling terintegrasi lintas daerah.
  • Melakukan intervensi ekonomi terhadap kelompok rentan (extreme poor, near poor, kepala rumah tangga perempuan miskin dan berkebutuhan khusus) melalui pendekatan open menu.
  • Percepatan investasi dengan menciptakan iklim bisnis yang ramah melalui kemudahan dan penyerdehanaan proses perijinan.
  • Pembentukan unit stabilisasi pangan desa dan tabungan pangan berbasis kearifan lokal.
  • Penguatan aset produktif bagi petani tuna lahan dan nelayan tanpa kapal.
  • Menginisiasi BUMD pertanian untuk mengembangkan bibit unggul agar ketergantungan bibit impor dapat dikurangi.
  • Adanya asuransi bagi petani dan nelayan yang mengalami gagal panen akibat bencana alam atau force majeure.
  • Merestrukturisasi mata rantai produksi dan distribusi produk-produk pertanian untuk memperkuat nilai tambah bagi petani dan terdistribusinya keuntungan secara merata dan adil.
  • Menciptakan dan memperluas lapangan kerja melalui kebijakan pembangunan yang terintegrasi dengan sektor pendidikan.
  • Membangun ekonomi kerakyatan melalui penguatan koperasi, modernisasi pasar tradisional, dan ruang bagi UMKM untuk berkatifitas di ritel modern dan mall.

Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih dan Terbuka

  • Menyeimbangkan antara sistem meritokrasi dan kesetraan gender dalam birokrasi.
  • Menciptakan sistem database yang terintegrasi, terbuka, dan dapat diakses oleh semua (ne data, one portal, dan open acces)
  • Menciptakan complaint handling system yang transparan dan memungkinkan terciptanya partisipasi dan kolaborasi politik.
  • Menciptakan sistem birokrasi yang terintegrasi dan terkoordinasi antar berbagai-sektor dalam rangka memaksimalkan kinerja birokrasi dan pelayanan terhadap publik.
  • Menciptakan indikator kinerja pemerintah daerah yang berbasis pada partisipasi publik (citizen-sourcing)

Demokrasi Partisipasi

  • Melibatkan pendidikan tinggi dan asosiasi profesi untuk membantu perumusan prioritas aspirasi dari masyarakat bawah.
  • Membangun politik kewargaan dengan menumbuhkan kesadaran hak sipil-politik dan ekonomi-sosial-budaya.
  • Menjadikan Grahadi sebagai ruang rembug warga.

Jatim sebagai Provinsi Hijau & Berkelanjutan

  • Mengembangkan kebijakan pembangunan yang mengedepankan pronsip zero waste system
  • Mendorong terciptanya clean industry.
  • Membangun pengelolaan sampah dan limbah sebagai basis pembangunan Provinsi Jawa Timur yang hijau dan berkelanjutan.
  • Untuk menjamin sungai dan hutan sebagai sumber kehidupan dan peradaban, pemerintah berkolaborasi dengan masyarakat mengembangkan kebijakan adopsi sungai dan hutan.
  • Mengembangkan wisata berbasis lingkungan dan partisipasi masyarakat (eco-tourism)
  • Menghidupkan gerakan kampung dan kota hijau diseluruh wilayah.
  • Penataan kawasan konservasi (hutan lindung)

Pendidikan yang Memanusiakan & Mencerdaskan

  • Memajukan pendidikan pesantren dan/atau madrasah melalui penyediaan biaya operasional, insentif tenaga pendidik dan finansial literasi.
  • Mengintegrasikan sekolah formal dengan lembaga-lembaga pendidikan non formal seperti pesantren, madrasah diniyah, sanggar seni dan klub olah raga dalam skema full day school.
  • Mengkonsolidasikan multi stakeholder pendidikan (penyedia pendidikan, pengguna layanan pendidikan dan sektor industri) dalam merumuskan kebijakan pendidikan.
  • Pengembangan sanggar vokasi untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan anak putus sekolah.
  • Mengembangkan konsep sekolah rumah anak.
  • Mengembangkan kebijakan pendidikan afirmatif untuk anak-anak marginal.
  • Mensinergikan pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan sektor ekonomi dalam skema agropolitan dan aglomerasi.
  • Mendorong munculnya sentra-sentra ketrampilan (life skill) untuk menghadapi persaingan global dengan prinsip open science.

Jawa Timur sebagai Suaka Kebhinekaan Indonesia

  • Menjadikan masyarakat Jawa Timur sebagai agen kebudayaan yang mampu melakukan silang budaya untuk membangun karakter bangsa dan memperkuat toleransi dan kohesi sosial.
  • Membangun ruang-ruang kebudayaan yang mampu mewadahi dan mendukung kreativitas anak muda.
  • Menempatkan seniman dan budayawan sebagai agen dalam pendidikan di bidang estetika melalui pengolahan rasa, cipta, dan karsa dalampendidikan formal dan non formal.
  • Mendirikan museum yang terintegrasi dengan perpustakaan daerah dan galeri seni sebagai ajang pendidikan dan oasae kebudayaan kabupaten/kota.
  • Mendorong pembangunan kabupatn-kota yang selalu memperhatikan aspek estetika yang membentuk identitas kabupaten-kota.
  • Membuat kebijakan yang menghargai, melindungi, dan berpihak pada hasil-hasil karya seniman.
  • Memfasilitasi event-event kebudayaan dalam rangka menciptakan ruang busaya yang mampu memperkuat kohesi sosial.

Pelayanan dan Jaminan Kesehatan yang Memadai dan Manusiawi

  • Mengintegrasikan layanan BPJS untuk kelompok extreme poor dengan kebijakan jaminan sosial daerah.
  • Membangun rumah tunggu bagi keluarga pasien di rumah sakit.
  • Mengembangkan kebijakan yang memastikan bahwa pasien BPJS mendapatkan pelayanan kesehatan yang sesuai dengan standar layanan kesehatan.
  • Menyiapkan layanan kesehatan di Jawa Timur yang berkualitas, makin merata dan terjangkau dengan ditunjang aparatur profesional.
  • Mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
  • Melibatkan masyarakat dalam penanggulangan dan pencegahan penyakit epidemik, degeneratif, dan penyakit menular.
  • Perekonomian Jawa Timur berdikari dengan komposisi ekonomi model belah ketupat dimana seluruh wilayah dan aktor tumbuh bersama, melalui fasilitasi kelompok ekonomi rentan
  • Jawa Timur menjadi gerbang percepatan ekonomi wilayah Indonesia Timur, melalui kemudahan investasi, infrastruktur utara-selatan yang memadai dan terkoneksi, pembukaan poros maritim selatan, dengan pendekatan agropolitan dan aglomerasi.
  • Pembangunan politik yang memungkinkan rakyat terlibat aktif dan kritis atas proses pengambilan kebijakan.
  • Mantapnya kepribadian masyarakat Jawa Timur yang berakhlak, cerdas, berdaya saing, memiliki kepedulian sosial tinggi, toleran, dan anti-kekerasan, tanpa terlepas dari akar historis budayanya (al muhafdhat ala al qadim al shalih wa al akhdhu bi al jadid al ashlah)
  • Kepemimpinan Jawa Timur yang mampu menggerakan secara efektif koordinasi lintas-sektor dalam birokrasi dan integrasi antar wilayah melalui kebijakan dan keteladanan.

Sehingga pada tahun 2024 Jawa Timur memilik peran fundamental dalam menjadikan Indonesia sebagai kekuatan ekonomi lima besar dunia.

Cagub:
Saifullah Yusuf 
Cawagub:
Puti Guntur Soekarno

PKB, PDIP, Gerindra, PKS

Kabeh Sedulur Kabeh Makmur

VISI
Perubahan Berkelanjutan untuk Jawa Timur Makmur

MISI

  1. Meningkatkan aksesibilitas dan kualitas pelayanan di bidang pendidikan, kesehatan, informasi dan kebutuhan dasar lainnya untuk peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia dan penyejahteraan keluarga.
  2. Memperkuat pranata lingkungan sosial kemasyarakatan yang berakhlak, berbudaya, aman, harmonis, berwawasan jender dan berkaeadilan untuk pengembangan kehidupan bergotong royong.
  3. Memperluas pusat-pusat pertumbuhan ekonomi yang prospektif, berkelanjutan, inklusif, untuk menjamin perluasan kesempatan kerja, pemerataan dan kemakmuran
  4. Meningkatkan konektivitas dan kolaborasi antar wilayah berbasis potensi lokal, tata ruang (terpadu) dan daya dukung lingkungan untuk percepatan dan pemerataan laju pembangunan.
  5. Meningkatkan sinergitas dan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih untukpeningkatan kualitas pelayanan publik.

Agenda Dasar

  • Pengurangan kesenjangan ekonomi dan kemiskinan.
  • Peningkatan Aksesibiltas dan kualitas layanan pendidikan dan kesehatan.

Agenda Ekonomi

  • Penguatan usaha mikro, kecil menengah yang terhubung dengan optimalisasi fungsi koperasi.
  • Penataan kluster industri dan menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis penguatan sektor pertanian, kemaritiman, pariwisata, serta perdagangan.
  • Percepatan pembangunan infrastruktur yang berkadilan dan terintegrasi.

Agenda Sosial dan Kebudayaan

  • Pemantapan akhlak dan kerukunan sosisal masyarakat.
  • Pemuliaan dan perlindungan anak, perempuan dan kelompok marjinal.

Agenda Pemerintahan

  • Penguatan Tata kelola pemerintahan yang baik, sinergi mutualistik dan ketundukan pada prinsip moralitas publik.

Agenda Penunjang

  • Optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi.
Pengurangan Kesenjangan Ekonomi dan Kemiskinan Mengakselerasikan pengurangan Kesenjangan dan Kemiskinan: Antara lain dengan program Jalin Matra Plus, mendirikan pusat pengendalian program pengurangan kemiskinan secara terpadu (Jatim Poverty Alleviation Dashboard), Paket Nutrisi Makmur, Kartu Sehat Jatim; Program percepatan penanggulangan kesenjangan antar desa.
Desa Maju Mandiri: Optimalisasi fungsi BUMDes; Revitalisasi pasar desa berbasis pemenuhan pangan. Fasilitasi Koperasi Wanita untuk kebutuhan simpan pinjam bergulir dalam rangka pemberdayaan ekonomi keluarga kurang mampu.
Mempercepat dan Memeratakan Pembangunan Jalan: antara lain dengan memastikan jalan provinsis berstatus baik dan layak. Mengakselerasikan perbaikan jalan nasional dan Kabupaten/Kota dan menyelesaikan jalan Pantai Selatan Jawa (Pansela) atau Jalur Lintas Selatan (JLS); Mengatasi kemacetan pada jalur-jalur ekonomi strategis.
Menjadikan Madura sebagai Kepulauan Maju Mandiri: Antara lain dengan menjadikan Madura sebagai wilayah konsentrasi untuk pustapertumbuhan ekonomi baru, menuntaskan Jalur Lintas Selatan dan Utara Pulau Madura; menjadikan Madura sebagai pusat pariwisata halal; meningkatkan konektivitas transportasi antar pulau. Peningkatan Aksesibiltas dan Kualitas Pendidikan dan Kesehatan Meningkatkan Insentif Pendidik: antara lain dengan memberikan dan meningkatkan insentif khusus kepada para pendidik PAUD, insentif pelengkap pada guru SD, SMP dan SMA/SMK sederajat untuk peningkatan kompetensi; Meningkatkan insentif baru bagi guru yang mengajar di kawasan terpencil dan tertinggal
Meningkatkan Kualitas MADIN: antara lain dengan meningkatkan jumlah penerima insentif bagi guru Madrasah Diniyah (Madin) serta pengajar di Pondok Pesantren; Peningkatan insentif untuk siswa Madin; Peningkatan sarana dan prasarana Madin; Fasilitasi peningkatan kemitraan Sekolah Umum-Madin.
SMA/SMK Sedrajat Gratis: Antara lain dengan mengembangkan program sekolah gratis untuk SMS/SMK sederajat secara bertahap.
Akselerasi Beasiswa Jawa Timur: Antara lain dengan memberikan Beasiswa Jatim Cerdas untuk siswa SMA/SMK sederajat yang masuk kategori miskin; Beasiswa pendidikan sarjana untuk siswa kurang mampu; Beasiswa riset tesis dalam bidang ilmu-ilmu sains terapan; Beasiswa disertasi untuk bidang ekonomi, sains dan humaniora; Beasiswa santri ke luar negeri untuk bidang ilmu agama.
Tunjangan Asuransi Kesehatan untuk Pekerja Mandiri: antara lain dengan memberikan jaminan pembayaran asuransi kesehatan publik bagi pekerja mandiri.
Memperluas dan Memeratakan Layanan Kesehatan Berkualitas: Antara lain dengan menambah jumlah RUmah Sakit Tipe A dan Tipe B. Mewujudkan Puskesmas Rawat Inap di seluruh Jatim; Beasiswa tenaga kesehatan dengan memberikan beasiswa pendidikan dokter spesialis, dokter umum, analis medis, perawat dan bidan; Perbaikan sistem surveillance dan rujukan antar fasilitas kesehatan. Penguatan Usaha Kecil Menengah yang Terhubung dengan Optimalisasi Fungsi Koperasi Penguatan UMKM: Antara lain dengan mengembangkan ekonomi kreatif sektor UMKM di berbagai wilayah berbasis potensi lokal; Membuka akses perbankan regional untuk mendukung UMKM. Mendorong dan memfasilitasi perkembangan komunitas generasi Y untuk berbagai bidang minat (teknologi produksi, ICT, otomotif, tata busan, seni budaya perfilman); Perluasan dan pengembangan bisnis wirausaha melalui jejaring komunitas; Meningkatkan kinerja UMKM berbasis clustering dan business agregator; Memfasilitasi pemasaran secara nasional dan internasional.
Penguatan Fungsi Koperasi: Antara lain dengan penambahan jumlah koperasi produksi sebagai core business; Memfasilitasi pengembangan koperasi dengan jaringan bisnis lintas wilayah dan lintas pulau; Meningkatkan kapasitas dan profesionalisme pengurus koperasi (enterpreneurship). Mensinergikan bisnis koperasi yang sehat sebagai agen perbankan di pelosok desa (Koperasi Laku Pandai). Fasilitasi Koperasi Pesantren untuk mendukung penguatan modal usaha di pesantren. Penataan Kluster Industri dan Menciptakan Pusat-pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru dengan Penguatan di Sektor Kemaritiman, Pertanian dan Pariwisata serta Memperlancar Arus Perdagangan Jawa Timur sebagai Tujuan Wisata Utama Indonesia: antara lain dengan menghadirkan “Sektor Wisata Unggulan” berskala nasional dan internasional; Mendorong sektor indistri pariwisata sebagaipilar ekonomi pilihan/unggul; Menggalang program-program khusus (paket) kepariwisataan untuk menarik turis lokal dan asing ke Jawa Timur; Melakukan pendampingan dan bantuan modal untuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).
Memperluas Lapangan Kerja: Antara lain dengan memperkuat sinergi dan koneksi institusi pendidikan, BLK, dan penyedia lapangan kerja; Membangun kemitraan kerja antara SMK dengan perusahaaan nasional dan multinasional; Mewujudkan BLK tipe A di lima kawasan (dua di Pulau Madura, tiga di wiayah lainnya); Vocational-Company Partnership; Mendirikan psuat-pusat pengembangan kewirausahaan di seluruh wilayah Jawa timur; Perlindungan buruh migran.
Sektor Ekonomi Unggulan: Antra lain dengan mengembangkan kluster agropolitan, kehutanan dan pariwisata di empat ring (Arjuna/Welirang/Bromo, Wilis, Lawu, Iyang); Pusat industri dan jasa teknologi tinggi yang terintegrasi dengan technopark yang melibatkan perguruan tinggi; dan Tiga titik minapolitan di pantai utara; Lamongan – Banyuwangi – dan selatan Madura. Mendorong revitalisasi aset-aset BUMD, dan program bisnis BUMD di daerah. Get Jatim Business Online (GJBO); Jatim Spring Seed (start Up Enterprise Development Scheme)
Meningkatkan Kesejahteraan Petani dan Nelayan: Dengan pemberian jaminan premi asuransi petani permusim pangan; Pengembangan pasar lelang komoditas lokal pertanian; Optimalisasi sistem pertanian dan peternakan integratif dengan maksimalisasi teknologi pertanian tepat guna; Subsidi terhadap komoditas pertanian yang terkategori langka; Subsidi premi asuransi bagi nelayan. Dukungan bagi penciptaan teknologi sedrhana dan fasilitas perbaikan dan perawatan yang efektif untuk alat tangkap, cold storage dan GPS. Bantuan bergulir untuk meningkatkan kapasitas dan keamanan armada nelayan baru.
Mempercepat Pertumbuhan Ekonomi Baru: Antara lain dengan mengembangkan pusat industri kreatif dan digital economy creative hub, art center, co-working space dan memanfaatkan financial technology; Percepat sirkulasi perdagangan. Merevitalisasi efektivitas Kantor-kantor Perwakioan Dagang (KPD) di 26 provinsi di Indonesia dan outlet di luar negeri. Meningkatkan peran Jatim dalam jalur Poros Maritim Indonesia. Pemuliaan dan Perlindungan Perempuan, Anak dan Kelompok Marjinal Subsidi Ibu-Anak dan Keluarga Sehat: Bersinergi dengan Pemerintah Kota/Kabupaten untuk penyelenggaraan program rakyat Sehat Ibu Hamil dan Bayi (pendampingan ibu hamil dan bayi sehat); Nutrisi Makmur (pemberian bantuan dalam bentuk daging sapi, daging ayam, telor, atau ikan yang setara dengan nilai gizi standar). Konselor laktasi ibu menyusui gratis dan pengawasan terpadu berbasis keluarga untuk meminimalisasi terjadinya gizi buruk dan penyakit infeksi menular anak.
Pemuliaan Lansia Produktif: Mendayagunakan tenaga lansia produktif yang berkeahlian untuk membantu produktivitas ekonomi masyarakat; Membangun pusat-pusat pendayagunaan Lansia produktif di setiap Kota/Kabupaten.
Infrastruktur Publik yang ramah anak, Lansia dan Difabel: Bersinergi dengan Pemerintah Kota/Kabupaten untuk memperbanyak dan memeratakan pusat-pusat kegiatan masyarakat (tempat bersejarah, pusat wisata, pusat bisnis) yang ramah anak, lansia dan warga difabel.
Akselerasi Perlindungan Perempuan, Anak dan Kelompok MArjinal: Sistem pelaporan mandiri; Rumah Aman bagi perempuan dan anak korban kekerasan; Rumah Singgah bagi penyandang masalah sosial; Pemenuhan hak-hak difabel untuk terserap dunia kerja sesuai dengan bidang keahlian dan kemampuannya. Percepatan Pembangunan Infrastruktur yang Berkeadilan Meningkatkan Kapasitas Pusat-pusat Kegiatan Sosial, Ekonomi dan Bisnis: Antara lain dengan mempercepat pengembangan bandara; Mengoptimalkan infrastruktur dan fasilitas pelabuhan; Menuntaskan pembangunan double track Kereta Api; Mengintegrasikan transportasi massal dan revitalisasi terminal; Transparansi direktori lahan beserta status SIA (Social Impact Assessment). Penjaminan pemerintah provinsi pada status SIA lahan potensial untuk investasi; Penetapan zonasi industri bisa dilakukan secara proposional dan memperhatikan prioritas lahan.
Infrastruktur Irigasi dan Suplai Air Bersih: Penambahan dan normalisasi ruas jaringan irigasi promer dan sekunder untuk menjaga kelangsungan produktivitas sawah irigasi serta terpenuhinya auplai air di daerah-daerah pertanian kering; Pengetatan perizinan eksploitasi sumber mata air untuk kepentingan komersial; Instalasi pengolahan air minum dari sungai melalui sinergitas layanan Perusahaan Daerah Air Bersih dan PDAM Kota/Kabupaten untuk memastikan suplai air bersih di daerah.
Pembangunan instalasi PEngolahan Limbah: Antara lain dengan minimalisasi limbah bahan berbahaya beracun (B3); Pengelolaan sampah non oragnik berat dengan konsep “sampah menjadi energi”; Penanganan limbah domestik; Pemasangan alat pantau pencemaran air bawah tanah dan udara dikota-kota besar dan wilayah industri; Memastikan penegakan aturan hukum dalam menjamin status lingkungan hidup yang semakin baik.
Pemukiman: Antara lain dengan membangun pemukiman vertikal di sejumlah wilayah perkotaan dengan model sewa dan hak milik; Subsidi bedah rumah bagi warga miskin; Memastikan kualitas sanitasi lingkungan permukiman; Meningkatkan rasio Ruang Terbuka Hijau. Pemantapan Akhlak dan Kerukunan Sosial Masyarakat Mengembangkan dan memeratakan Pusat-pusat Kesenian Kebudayaan: Antara lain dengan melakukan revitalisasi gedung-gedung kesenian di setiap Kabupaten/Kota. Pengadaan fasilitas proses kreatif dari pengembangan seni budaya kontemporer dan konservasi seni budaya tradisional; Insentif bagi pekerja kesenian rakyat; Jaminan kesehatan bagi seniman; Akselerasi cinta kebudayaan lokal di sekolah-sekolah.
Mitigasi Bencana: Penambahan fasilitas dan aspek teknis untuk menunjkang optimalisasi kinerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah; Pembentukan manajemen pengawasan terhadap semua potensi kawasan bencana yang didukung oleh unit reaksi cepat.
Mencipta Kerukunan Sosial: Fasilitasi agenda melting pot yang menjembatani pergaulan dalam penanaman kehidupan sosial dalam multikultur di sekolah-sekolah; Asistensi dalam penyediaan instruktur; Penyelenggaraan kemah bersama antar sekolah secara rutin. Pembangunan pusat-pusat pertemuan publik ditingkat desa, kelurahan atau lintas komunitas yang berfungsi sebagai ruang dialog yang bisa dimanfaatkan untuk mendiskusikan isu-isu sosial kemasyarakatan. Penguatan Kemitraan Strategis dalam Tata Kelola Pemerintahan Mewujudkan Jatim Smart Government: Antara lain dengan membangun integrasi sistem tata kelola pemerintahan secara digital untuk mengefisiensikan dan mengefektifkan pengelolaan pemerintahan provinsi; Mengembangkan program Smart Kampung yang menghadirkan pelayanan publik unggulan di tingkat desa; Mengembangkan program talent pool untuk menegakkan sistem meritokrasi dalam pengelolaan Aparatur Sipil Negara (ASN); Mengembangkan Big Data dan mengoptimalkan Dashboard Jawa Timur.
Mengembangkan Mall Pelayanan Publik di Seluruh Jatim: Antara lain untuk meningkatkan iklim investasi dan kemudahan berusaha yang memastikan semua warga mendapatkan hak pelayanan publik berkualitas, bersi dan memudahkan pembentukan Satgas Kemudahan Berusaha Perpres 91/2017 melalui optimalisasi Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Peningkatan pelayanan perijinan online terpadu antara Pusat – Provinsi – Kab/Kota. Penyelenggaraan SPIPISE (Sistem Pelayanan Informasi Perizinan Investasi Secara Elektronik).
Mengelola Pendapatan dan Belanja Daerah yang Berkadilan: Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui intensifikasi; Meningkatkan efisiensi dan efektivitas belanja daerah; Meningkatkan kapasitas pembiayaan daerah.
Mewujudkan Pemerintahan Kolaboratif: Antara lain dengan merangkul para inovator sosial yang telah membuktikan dirinya secara publik; Mengakselerasikan penguatan komunitas-komunitas dalam masyarakat di berbagai bidang minat; Menggalakkan berbagai bentuk partisipasi publik berbasis Rukun Tetangga; Membangun berbagai bentuk kemitraan dengan pihak-pihak swasta; Mengendalikan stabilitas inflasi dengan menjaga ketersediaan bahan baku, menyederhanakan rantai distribusi, serta pengendalian harga. Optimalisasi dan Pemanfaatan Teknologi Komunikasi dan Informasi Pemanfaatan Teknologi Informasi: Antara lain dengan memastikan 95% wilayah di Jawa Timur bisa terjangkau jaringan internet dengan pembangunan infrastruktur pendukung dan penunjang bagi terciptanya jangakauan internet yang luas bagi masyarakat hingga ke pelosok-pelosok desa; Pengembangan Internet of Things (IoT) dan Kota-kota cerdas; Pembangunan pusat Pengembangan Teknologi Start Up dan kesehatan (telemdicine); Menghadirkan konsep pelayanan instalasi internet berbasis jaringan internet di semua; Penggunaan teknologi ICT untuk pemantauan harga kebutuhan pokok dan jaringan perdagangan umum; E-Siskamling untuk kepentingan keamanan masyarakat; Kemudahan layanan publik dengan jejaring online.
  • Naskah ini kami susun sebagai salah satu persyaratan pendaftaran sebagai Calon Gubernur dan Wakil Gubernur pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Jawa Timur untuk masa bakti tahun 2019-2024
  • Sesuai dengan peruntukannya, naskah ini dilengkapi dengan uraian komitmen untuk mencapai visi dan menjalankan segenap misi yang telah dirumuskan kedalam bentuk pokok-pokok program strategis. Pada tahap selanjutnya, pokok-pokok program strategis tersebut akan dikembangkan secara lebih rinci menjadi janji kerja dalam rangka melanjutkan, mengakselerasi, mengintegrasikan dan membenahi proses pembangunan daerah dan masyarakat Jawa Timur. Pada saatnya nanti, visi, misi, program strategis dan janji kerja ini akan diintegrasikan dalam dokumen.

Sumber darti portal resmi KPU RI

592total visits,0visits today

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open


Hotline red.bojonegoropost@gmail.com
Redaksi Perum Citra Permata Rajekwesi AA No 4, Ngumpakdalem, Dander, Bojonegoro

error: Maaf, halaman dilindungi