Press "Enter" to skip to content

Tim Penyusun PPKD Bojonegoro Gelar Survey Kedua

Bojonegoropost – Hari kedua survey ke obyek budaya, tim penyusun Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) Bojonegoro merubah rencana lokasi survey. “Ada perubahan sedikit, dikarenakan tadi pagi pihak Disbudpar mengundang kami rapat hingga siang,” jelas Ramon Pareno (22/07), tim penyusun yang juga koordinator tim dokumentasi.

Perubahan itu lebih dikarenakan karena waktu berangkat yang menjadi lebih siang. “Kita geser yang lainnya dengan metode penggalian data melalui data base yang ada serta wawancara telepon,” tambahnya.

Tim penyusun PPKD Bojonegoro memutuskan untuk mendatangi tiga lokasi pada hari kedua ini. Yakni di Desa Krondonan dan Sambongrejo Kecamatan Gondang, Desa Sobontoro Kecamatan Balen dan Desa Pagerwesi Kecamatan Trucuk.

“Untuk yang di Ledok Kulon, kebetulan anggota tim penyusun adalah pelakunya, sementara untuk di Kedungadem dan Baureno, temanya serupa dengan di Desa Sambongrejo Kecamatan Gondang,” jelasnya.

Di Desa Sambongrejo, tim ditemui oleh perangkat desa lengkap dengan obyek berupa upacara Pakurmatan Agung serta seni pertunjukkan Gentik. Kemudian di Desa Krondonan obyek yang dipuilih adalah Kopi Nggulun.

Sedangkan di Desa Sobontoro Balen, tim ditemuyi oleh Darminto, satu-satunya pelestari Oklik Pakem yang masih eksis.

“Sedangkan di Trucuk berupa upacara adat Tulakan,” tambahnya. Butuh dua hingga tiga hari pemrosesan hasil survey untuk dimasukkan ke dalam format yang disiapkan oleh Kementrian. Selanjutnya seluruh tahapan itu akan dibawa ke dalam Focus Group Discussion (FGD).

“Jadwal FGD nya adalah 30 Juli, yang kemudian dari seluruh tahapan akan disusun menjadi sebuah rekomendasi,” pungkasnya. (*/muhammad rifai/red)

56total visits,0visits today

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open


Hotline red.bojonegoropost@gmail.com
Redaksi Perum Citra Permata Rajekwesi AA No 4, Ngumpakdalem, Dander, Bojonegoro

error: Maaf, halaman dilindungi