Press "Enter" to skip to content

FGD Kebudayaan, Menuju Rekomendasi Pemajuan

Bojonegoropost – Sekitar 60 undangan Focus Group Discussion (FGD) Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) Bojonegoro telah berada di Padepokan PSHT Bojonegoro yang dipilih sebagai gelaran FGD.

Dalam sesi pertama, Ridho Syaiful Ashadi dari Lingkar Inspirasi Dolanan Indonesia (LIDI) memaparkan mengenai bagaimana seharusnya agar tradisi dapat kembali bangkit di tengah gerusan jaman. “Kenapa anak-anak sekarang enggan memainkan permainan tradisonal ? Sebagian besar pasti menyalahkan gadget,” kata Syaiful.

Menurutnya, salah satu kunci penting dalam hal melestarikan kebudayaan sejak dini adalah peran lingkungan. “Yang juga bertanggungjawab adlaah lingkup sekolah,” jelasnya.

Menanggapi hal itu, forum tersebut akhirnya sepakat bahwa salah satu rekomendasi adalah mengenai perlunya waktu khusus di jam sekolah untuk mempraktikkan hal-hal yang berkenaan dengan kebudayaan.

Sementara itu, Sally Atyasasmi anggota DPRD Bojonegoro lebih banyak memaparkan peluang-peluang yang melibatkan pihak legislatif. “Kami juga merekomendasikan agar hasil FGD ini dapat diamankan dalam RPJMD dan kemitraan dengan pemerintah. Karena masalah pembiayaan dan kemitraan merupakan salah satu kendala yang mendominasi,” kata Agus Sighro, yang didapuk menjadi moderator dalam kegiatan FGD tersebut.

Bahkan beberapa menyebutkan bahwa perlu adanya kejelasan tupoksi soal kebudayaan, karena selama ini pos kebudayaan berada di Dinas Pendidikan, sedangkan OPD yang bersentuhan langsung dengan kebudayaan adalah Disbudpar. (*/muhammad rifai/red)

118total visits,0visits today

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open


Hotline red.bojonegoropost@gmail.com
Redaksi Perum Citra Permata Rajekwesi AA No 4, Ngumpakdalem, Dander, Bojonegoro

error: Maaf, halaman dilindungi