Modus Pungli Pelanggan PDAM Bojonegoro

Petugas PDAM Bojonegoro pun akhirnya mengakui bahwa itu adalah pungli. “Tolong masalah ini ditutup saja, akan kami selesaikan di internal,” tambah Joko.

Pelanggan PDAM Bojonegoro menemukan salah satu modus pungli yang dialaminya. Yakni saat dirinya menyelesaikan kewajibannya sebagai pelanggan, membayar tagihan penggunaan air PDAM.

Dirinya mengaku mempunyai tagihan tunggakan selama 11 bulan. Yang kesemuanya siap dilunasi, sebagai catatan, aliran PDAM yang turut IKK Dander di rumahnya itu tak pernah diputus ataupun dibongkar meter airnya.

Anehnya, sesaat setelah melunasi tagihan, dirinya disodori kuitansi berstempel Pemkab Bojonegoro dan diminta membayar biaya lain. Di selembar kuitansi itu tertulis: Penyalaan Kembali Sambungan PDAM.

Kuitansi yang dibuat tak rangkap dua itu, kemudian bermasalah. Karena memang faktanya tak pernah ada penyalaan kembali. “Itu ilegal, kalau tak pernah dibongkar tentu tak ada biaya itu,” ujar Plt Direktur PDAM Bojonegoro, Joko, sehari setelah peristiwa pungli itu (awal Desember).

Petugas PDAM Bojonegoro pun akhirnya mengakui bahwa itu adalah pungli. “Tolong masalah ini ditutup saja, akan kami selesaikan di internal,” tambah Joko. (rr/bpost)

Leave a comment

* - Required fields