PDAM Biasa Gunakan Kuitansi Pasaran

“Dari dulu memang begitu, kasir bawa stempel bertuliskan Pemkab dan menggunakan kuitansi yang ada di pasaran. Memang tidak ada kuitansi khusus,” jelasnya.

Dari peristiwa pungli yang dialami oleh pelanggan PDAM Bojonegoro, sejumlah fakta janggal juga ikut tersingkap. Salah satunya adalah yang diakukan oleh kasir IKK Dander bernama Rini.

“Sudah biasa menggunakan stempel dan kuitansinya memang begitu,” tuturnya.

Ditambahkannya, uang hasil pungli yang telah diakuinya itu, kemudian disetorkan ke atasan. Saat hal itu ditanyakan ke Plt Direktur PDAM Bojonegoro, jawaban yang sama juga terucap.

“Dari dulu memang begitu, kasir bawa stempel bertuliskan Pemkab dan menggunakan kuitansi yang ada di pasaran. Memang tidak ada kuitansi khusus,” jelasnya.

Ketika ditanya, penggunaan kuitansi tak rangkap tersebut apakah tidak rawan penyelewengan. Ia hanya mengatakan bahwa stempel dan kuitansinya memang seperti itu.

Sebelumnya, PDAM Bojonegoro dan petugas kasir di IKK Dander telah mengakui melakukan pungli dengan menggunakan stempel bertuliskan Pemkab Bojonegoro dan kuitansi tak rangkap. (rr/bpost)

Leave a comment

* - Required fields